Faktara.my.id | Tangerang – Rasa haru dan bahagia terpancar dari raut wajah Rahendro Herubowo alias Heru, warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, beberapa hari lalu.
Pada Minggu (24/5/2026) sore, akhirnya Heru dan delapan WNI lainnya tiba di Tanah Air dengan selamat, meski sempat mengalami kekerasan fisik.
Sejumlah keluarga, kerabat, hingga relawan menyambut kedatangan sembilan WNI di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Di balik sambutan tersebut, para WNI terdiri dari aktivis dan jurnalis mengalami luka dan mendapat pengalaman tak terlupakan. Termasuk Jurnalis iNews TV, Rahendro Herubowo (Heru).
Heru menceritakan pengalaman buruknya ketika ditangkap militer Israel dan dimasukkan dalam tahanan di sebuah kapal.
Ia mengaku, mendapat perlakukan kekerasan oleh Israel, berupa pemukulan. Selain itu, dirinya sempat ditendang dalam sebuah bilik khusus di kapal.
“Jadi selama kita dibawa ke dalam tahanan kapal ya selama 3 hari, saya 2 hari 3 malam itu kita mengalami beberapa penyiksaan. Kalau saya bilang sih ada physical treatment juga,” ucapnya sesaat setelah tiba di Bandara Soetta, Minggu sore.
Saat ditahan Israel, Heru dilempari granat kejut. Lemparan granat tersebut, dilakukan ketika proses pemindahan dari tempat ke tempat lain.
“Kita mengalami tekanan ya di situ di mana setiap mereka melakukan sesuatu mereka melempari kita granat kejut yang cukup keras juga dan terutama pada saat kita proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain itu benar-benar luar biasa.”
“Harus nunduk dan kita enggak boleh angkat kepala sedikit pun. kita ngangkat kepala ditendang ya seperti itu,” lanjutnya.
Heru menambahkan, pihak militer Israel menyiapkan bilik khusus yang digunakan untuk eksekusi. Di tempat tersebut, Heru mengalami pemukulan.
“Dan mereka tuh kayak menyiapkan bilik bilik khusus ya, bilik khusus. Jadi ada khusus eksekusi.”
“Bilik khusus eksekusi bisa dibilang bilik khusus eksekusi. Jadi setiap kita mau berpindah ruangan ada satu bilik khusus eksekusi di mana kita dipukuli terus kita ditendang,” jelas Heru di hadapan awak media.
Bahkan, lanjut Heru, dirinya sempat terjatuh dan diinjak, serta disetrum beberapa kali di bagian badan.
(Rls/Red)
