Faktara.my.id | Sumatra – Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda hampir seluruh wilayah bagian selatan dan tengah Sumatera pekan ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membawa duka mendalam.
Sebanyak tujuh warga yang masih berada dalam satu keluarga ditemukan terkapar di dalam rumah mereka setelah diduga menghirup gas beracun dari genset (generator set). Dari total korban, empat orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tragis yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk saat pemadaman listrik berlangsung lebih dari 12 jam.
Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian ruangan belakang Masjid Nurul Huda, Tanjung Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (23/5/2026) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyelidiki sumber gas beracun yang diduga berasal dari asap genset. Peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah korban mengalami lemas hingga tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dievakuasi warga dan petugas.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan pihak kepolisian dan saksi mata di lokasi, insiden bermula ketika listrik padam total sejak siang hari. Demi mendapatkan penerangan dan menghidupkan alat elektronik, pemilik rumah menyalakan satu unit genset portable pada malam hari.
Namun, karena faktor keamanan atau kekhawatiran akan pencurian, genset tersebut diletakkan di dalam ruangan yang minim ventilasi (diduga di area dapur atau koridor dalam rumah) dengan kondisi pintu dan jendela tertutup rapat untuk menghindari kebisingan.
Data Korban
Pihak rumah sakit dan kepolisian setempat telah mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit terdekat. Empat korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) atau sesaat setelah tiba di rumah sakit akibat kadar oksigen yang drop drastis dan keracunan gas monoksida. Berikut adalah rincian data korban:
- Tn. A (45) — Kepala Keluarga
- Ny. B (40) — Istri
- An. C (12) — Anak kedua
- An. D (5) — Anak bungsu
Tiga korban lainnya ditemukan dalam keadaan lemas dan langsung dilarikan ke ruang ICU untuk mendapatkan bantuan oksigen hiperbarik.
- An. E (17) — Anak pertama
- Lansia F (68) — Nenek/Keluarga korban
- Sdr. G (22) — Kerabat yang sedang berkunjung
Penyebab Medis: Silent Killer (Monoksida)
Berdasarkan pemeriksaan medis awal, para korban mengalami keracunan gas Karbon Monoksida ($CO$). Gas ini dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna pada mesin genset.
Mengapa Sangat Berbahaya?
Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Ketika genset dihidupkan di dalam ruangan tertutup, gas $CO$ akan mengikat hemoglobin di dalam darah jauh lebih cepat daripada oksigen ($O_2$). Akibatnya, korban akan lemas, mengantuk, kehilangan kesadaran, hingga meninggal dunia tanpa menyadari bahwa mereka sedang menghirup racun.
Langkah Kepolisian dan Tanggapan Otoritas
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian telah melakukan olah TKP untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian pidana lain atau sabotase. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa murni tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pemerintah daerah setempat beserta pihak PLN menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi ini. Kejadian ini menjadi tamparan keras sekaligus evaluasi besar terkait dampak domino dari pemadaman listrik secara massal di sektor keselamatan warga.
Belajar dari tragedi ini, pihak Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan memberikan panduan ketat bagi masyarakat yang terpaksa menggunakan genset saat blackout:
- Jangan Pernah meletakkan genset di dalam rumah, garasi tertutup, atau di dekat jendela dan pintu yang terbuka.
- Jarak Aman: Letakkan genset di luar ruangan (outdoor) minimal dengan jarak 5 hingga 7 meter dari bangunan rumah.
- Pastikan Sirkulasi: Pastikan arah knalpot genset membuang asap ke area terbuka yang menjauhi kerumunan atau akses udara rumah.
- Gunakan Detektor: Jika memungkinkan, pasang alat detektor karbon monoksida ($CO$ detector) di dalam rumah sebagai sistem peringatan dini.
(Rls/Ramdan.S)
