Faktara.my.id | Jakarta – Penyanyi K-pop Evan menuangkan pengalaman dan kisah pribadinya melalui mini album (EP) perdana bertajuk “Death of Me”. Album tersebut dijadwalkan rilis pada Senin pukul 18.00 waktu Korea Selatan.
Evan, yang sebelumnya dikenal sebagai Heeseung, menyiapkan EP tersebut setelah meninggalkan ENHYPEN pada Maret untuk memulai karier musik solo.
“Death of Me” Jadi Cermin Diri Evan
Sebelum merilis EP, Evan memperkenalkan single digital “Ride or Die” sebagai lagu prarilis.
Evan menggambarkan Death of Me sebagai cermin yang mempertemukannya dengan sisi terdalam dirinya. Album tersebut memuat cerita tentang keinginan untuk terus berkembang meski menghadapi ketakutan terhadap masa depan.
EP ini berisi delapan lagu, yakni “Death of Me”, “Ride or Die”, “Not Enough”, “Noise”, “Twilight”, “Immature”, “Overflow”, dan “Going Home”.
Evan juga ikut menggubah musik dan menulis lirik hampir di seluruh lagu dalam album tersebut.
Angkat Pengalaman Melawan Kanker
Menjelang peluncuran album, Evan turut membuka kisah tentang perjuangannya menjalani pengobatan kanker saat masih kecil.
Menurut Evan, pengalaman tersebut meninggalkan dampak mendalam dan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia kemudian membawa pengalaman itu ke dalam karya musiknya.
Evan berharap kisahnya dapat memberikan penghiburan dan harapan bagi anak-anak serta keluarga yang sedang menghadapi perjuangan melawan kanker.
Musik untuk Menguatkan Orang Lain
Evan mengatakan musik memiliki peran penting untuk memberikan kekuatan kepada orang-orang yang menghadapi masa sulit.
Melalui Death of Me, ia ingin menyampaikan cerita yang jujur sekaligus memberikan energi positif kepada pendengar yang sedang menghadapi berbagai tantangan.
Mini album “Death of Me” menjadi langkah penting dalam perjalanan solo Evan. Ia tidak hanya memperkenalkan warna musiknya, tetapi juga menjadikan pengalaman hidup sebagai sumber cerita untuk menguatkan orang lain.
(Rls/Red)
