Faktara.my.id | Jakarta – Gianni Infantino akhirnya buka suara terkait kontroversi penangguhan hukuman kartu merah Folarin Balogun. Presiden FIFA itu menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Komite Disiplin FIFA, bukan hasil campur tangannya.
FIFA memicu kontroversi setelah mengizinkan Folarin Balogun tampil membela Amerika Serikat pada babak 16 besar melawan Belgia, meski sebelumnya menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Padahal, sanksi tersebut semestinya membuat striker AS Monaco itu menjalani larangan bermain satu pertandingan sebelum akhirnya FIFA memutuskan menangguhkan hukumannya.
FIFA mengumumkan penangguhan hukuman Balogun setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Gianni Infantino meninjau kembali kasus tersebut. Keputusan itu langsung memicu kritik dari Federasi Sepak Bola Belgia, otoritas sepak bola Eropa, mantan petinggi FIFA, hingga sejumlah eks pemain yang menilai langkah tersebut berpotensi mencederai integritas turnamen dan menciptakan preseden buruk bagi dunia sepak bola.
Gianni Infantino akhirnya angkat bicara untuk menjelaskan posisinya di tengah polemik penangguhan hukuman Folarin Balogun. Presiden FIFA itu menegaskan keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan Komite Disiplin FIFA.
“Saya telah melihat berbagai komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait penangguhan hukuman Folarin Balogun. Saya ingin kembali menegaskan salah satu prinsip dasar tata kelola FIFA.”
“Seluruh badan peradilan FIFA bersifat independen. Mereka bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, serta memutuskan setiap perkara berdasarkan regulasi yang berlaku dan fakta-fakta yang ada. Independensi mereka merupakan fondasi penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan prinsip itu harus selalu dihormati.”
Memang Dihubungi Trump
Gianni Infantino mengonfirmasi bahwa dirinya menerima panggilan telepon dari Presiden Donald Trump. Meski begitu, ia menegaskan komunikasi tersebut tidak memengaruhi proses hukum maupun keputusan yang diambil Komite Disiplin FIFA.
“Ya, saya memang secara rutin membahas berbagai hal terkait Piala Dunia FIFA dengan Presiden Amerika Serikat. Dalam kasus ini saya juga menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya sering menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintahan, pelaku sepak bola, maupun pemimpin dunia usaha dari berbagai negara mengenai banyak persoalan.”
“Dalam percakapan itu saya menjelaskan bahwa terdapat proses hukum yang sedang berlangsung di badan peradilan independen FIFA dan kasus tersebut akan diputuskan sesuai prosedur oleh lembaga yang berwenang. Begitulah sistem FIFA bekerja dan prinsip itu akan selalu saya pertahankan.”
Tidak Sepenuhnya Setuju
Infantino juga mengaku baru mengetahui isi putusan Komite Disiplin setelah keputusan itu resmi diterbitkan. Ia menegaskan tidak selalu sependapat dengan setiap keputusan yang diambil badan independen tersebut.
“Saya membaca setiap keputusan Komite Disiplin FIFA setelah diterbitkan. Terkadang saya terkejut, terkadang saya setuju, dan terkadang saya juga tidak setuju.”
“Namun, apa pun keputusan yang diambil, saya selalu menghormati keputusan tersebut serta otonomi lembaga yang membuatnya. Apakah kita secara pribadi menyukai suatu keputusan atau tidak bukanlah hal yang penting. Menghormati lembaga independen dan supremasi aturan hukum adalah hal yang menjaga integritas kompetisi serta kredibilitas FIFA setiap saat,” tutup Infantino.
Sumber: FIFA
(Rls/Red)
