Faktara.my.id | Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh beliau saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IPSI XVI di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Keputusan ini diambil Prabowo di tengah dorongan kuat dari mayoritas pengurus provinsi yang menginginkannya kembali memimpin untuk periode keenam.
Wakil Sekretaris Jenderal PB IPSI, Bayu Syahjohan, sebelumnya mengungkapkan bahwa prestasi Prabowo dalam memajukan pencak silat—termasuk kesuksesan menyapu 14 medali emas di Asian Games 2018—menjadi alasan utama para anggota masih menjagokannya.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai Kepala Negara memerlukan konsentrasi penuh. Beliau memilih untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan demi memastikan organisasi tetap berjalan optimal.
“Saya telah mengabdi di IPSI selama kurang lebih 34 tahun. Saat ini, tugas saya sebagai Presiden menuntut pengabdian yang lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Saya yakin rekan-rekan di IPSI dapat melanjutkan perjuangan ini,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Meskipun mundur dari kursi ketua umum, Prabowo menitipkan pesan krusial bagi kepengurusan mendatang. Beliau berharap suksesornya tetap konsisten memperjuangkan misi
“Road to Olympic 2028” agar pencak silat bisa dipertandingkan secara resmi di kancah Olimpiade.
Munas XVI ini dihadiri oleh perwakilan dari 38 provinsi yang kini tengah bersiap untuk memulai proses pemilihan ketua umum baru guna menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh sang Presiden.
(Rls/M Lukman)
