Faktara.my.id | Karawang – Terjadi kehebohan akibat cahaya aneh yang diduga Debris baru saja melewati langit Indonesia hari ini, sekitar pukul 19.00 WIB (04/04/2026), disaksikan sejumlah warga di berbagai wilayah Indonesia di antaranya Karawang.
Terlihat adanya cahaya terang yang melintas di langit malam. Fenomena ini sempat memicu beragam spekulasi, mulai dari meteor hingga komet.
Sejumlah warga bahkan sempat mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel dan membagikannya di media sosial. Tak butuh waktu lama, video dan foto penampakan benda bercahaya itu langsung viral dan memicu beragam spekulasi.
Rudi (34), warga Karawang, mengaku melihat langsung kejadian tersebut saat sedang berada di luar rumah.
“Tiba-tiba ada cahaya terang banget melintas cepat di langit. Awalnya saya kira pesawat jatuh atau apa, tapi bentuknya kayak meteor, ada ekornya,” katanya, Sabtu.
Namun, berdasarkan karakteristiknya, kemungkinan besar yang terlihat bukanlah keduanya, melainkan debris atau puing antariksa yang masuk kembali ke atmosfer Bumi.
Debris ini biasanya berasal dari sisa roket, satelit lama, atau bagian wahana luar angkasa yang sudah tidak berfungsi. Saat memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, material tersebut akan terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang terlihat seperti bola api, bahkan terkadang disertai jejak panjang atau pecahan cahaya yang terpisah.
Debris seperti ini sebenarnya sudah cukup sering terlihat di berbagai belahan dunia. Namun, untuk di Indonesia, fenomena ini mungkin terasa lebih ramai diperbincangkan baru sekarang.
Karakteristik debris yang terlihat memiliki kemiripan dengan yang dilaporkan di wilayah Lampun cahaya terang yang bergerak perlahan dengan pecahan-pecahan yang tampak terpisah.
Fenomena seperti ini sebenarnya tidak jarang terjadi, namun karena melintas pada waktu yang cukup ramai aktivitas dan terlihat jelas, kejadian kali ini menjadi perhatian banyak orang.
Sampai berita ini di terbitkan belum ada verifikasi resmi dari BMKG atw dinas terkait mengenai fenomena ini.
Namun tidak perlu khawatir, karena sebagian besar debris akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.[]
(Rls/Agus Apriansyah)
