Faktara.my.id | Jakarta – Jalan Utan Jati, kawasan Kalideres, Jakarta Barat, menjadi saksi bisu tragedi berdarah pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Sebuah kecelakaan tabrak lari merenggut nyawa seorang warga dan memicu penyelidikan gabungan antara kepolisian dan pihak militer.
Insiden nahas ini terjadi ketika arus lalu lintas pagi sedang berjalan di dekat area Pasar Segar.
Berdasarkan keterangan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, sebuah truk (yang nomor polisi dan identitas sopirnya belum diketahui) melaju dari arah Barat menuju Timur.
“Setibanya di dekat Pasar Segar, truk misterius itu menabrak sepeda motor Honda yang melaju searah di depannya. Sepeda motor tersebut dikendarai oleh K (38) yang sedang membonceng AM (50).” terang Ojo Ruslani, kepada awak media.
Nahas, benturan keras tersebut membuat AM mengalami luka robek fatal di bagian kepala dan langsung tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Jenazah AM kemudian dievakuasi ke RSUD Kab. Tangerang.
Beruntung, nyawa sang pengendara motor, K, masih selamat.
“Ia hanya mengalami memar di dahi dan lecet di kaki. Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Kalideres, K sudah diperbolehkan pulang.” jelas Ojo.
Kasus tabrak lari ini mendadak menjadi sorotan tajam lantaran munculnya informasi mengejutkan dari saksi mata di sekitar lokasi kejadian.
Santer beredar kabar bahwa kendaraan besar yang menabrak motor korban dan menghilang tersebut bukanlah truk warga sipil biasa, melainkan bagian dari rombongan truk milik TNI.
Menanggapi isu sensitif ini, AKBP Ojo Ruslani tidak tinggal diam.
“Pihak Polda Metro Jaya langsung berkoordinasi dengan Polisi Militer (POM) TNI untuk melakukan penyelidikan bersama guna mencari tahu kebenaran informasi tersebut.” ujar Ojo Ruslani
Saat ini, aparat gabungan sedang berpacu dengan waktu untuk mengumpulkan bukti konkret, bukan sekadar kabar burung.
Polisi tengah maraton memeriksa sejumlah saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
Ojo menegaskan bahwa rumor keterlibatan aparat ini harus dibuktikan secara hukum dan dituangkan resmi ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Pihak kepolisian bersikap tegas dan transparan. Jika dari hasil penyelidikan dan bukti di lapangan memang dipastikan bahwa kendaraan tersebut adalah milik instansi militer, maka penanganan perkara kecelakaan maut ini akan langsung dilimpahkan wewenangnya kepada Denpom 1 Jakarta.” tegasnya
Tragedi di Kalideres ini bukan sekadar kasus tabrak lari biasa, melainkan ujian transparansi bagi aparat penegak hukum.
Publik kini menanti hasil kerja keras Polda Metro Jaya dan POM TNI untuk mengungkap identitas sebenarnya dari “truk hantu” tersebut agar keluarga korban bisa mendapatkan keadilan yang sepadan.
(Rls/Ahmad Nur Aji)
