Faktara.my.id Jakarta – Kawasan Pintu Air Banjir Kanal Timur (BKT), Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, dipadati oleh ratusan warga dan petugas gabungan pada Minggu, 5 Juli 2026 pagi.
Kehadiran mereka di sepanjang aliran sungai ini adalah untuk mengikuti aksi lingkungan berupa lomba menangkap ikan sapu-sapu sebagai upaya nyata mengendalikan populasi spesies invasif tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi oleh instansi lingkungan hidup berkolaborasi dengan komunitas masyarakat ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem air lokal.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 07.55 WIB, puluhan peserta yang mengenakan pelampung oranye tampak turun langsung ke tengah sungai, menyisir tepian dinding tanggul yang sering menjadi sarang persembunyian ikan sapu-sapu.Ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap pencemaran air.
Namun, ledakan populasinya di sungai-sungai Jakarta dikhawatirkan dapat merusak struktur tanggul akibat lubang-lubang sarang yang mereka buat, sekaligus mendominasi ruang hidup ikan lokal. Oleh karena itu, gerakan penangkapan massal massal ini menjadi solusi strategis berbasis keterlibatan masyarakat.
Untuk menjamin keselamatan seluruh peserta selama perlombaan berlangsung, pihak panitia menyiagakan jajaran petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) beserta armada rescue di sepanjang bantaran.
Sebuah dekorasi perahu apung unik berbentuk miniatur kereta bendi hijau juga tampak ditempatkan di sungai sebagai ikon penanda batas area perlombaan.
Seluruh hasil tangkapan ikan dari kompetisi ini nantinya akan ditimbang untuk menentukan pemenang, sebelum akhirnya dikumpulkan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk diproses secara aman agar tidak mencemari lingkungan.
Melalui aksi seru yang dikemas dalam bentuk perlombaan ini, kesadaran kolektif warga dalam merawat keasrian dan kebersihan aliran Banjir Kanal Timur diharapkan dapat terus meningkat.
Warta : Ahmad nuraji
