Faktara.my.id | Jakarta – Kabar reshuffle Kabinet Merah Putih ini mendapat perhatian luas dari media internasional Reuters, dalam artikel berjudul: Indonesia president appoints his third finance minister in under two years.
Dalam pemberitaannya, Reuters menyoroti bahwa pelantikan Suahasil dilakukan di tengah upaya pemerintah mengembalikan kepercayaan investor akibat kekhawatiran atas stabilitas kebijakan fiskal Indonesia. Reuters mencatat bahwa pencopotan Purbaya terjadi hanya beberapa hari setelah ia genap satu tahun menjabat sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025.
Masa jabatan Purbaya diwarnai dinamika ekonomi, seperti tekanan terhadap nilai tukar rupiah, pelebaran defisit anggaran, serta kebijakan injeksi likuiditas ke perbankan yang sempat menimbulkan ketegangan dengan Bank Indonesia. Lembaga pemeringkat seperti Fitch dan Moody’s juga sempat menurunkan prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif akibat ketidakpastian kebijakan.
Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters enam bulan lalu, Purbaya sempat menanggapi sorotan publik terhadap kebijakan ekonominya. “Anda bisa mengkritik saya sepuasnya jika ekonomi tidak bergerak ke arah yang benar,” ujar Purbaya kala itu, seraya memberikan tenggat waktu enam bulan bagi kinerjanya
Reuters juga menyoroti kontroversi terakhir Purbaya terkait klaim transfer laba Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara Indonesia sebesar Rp 120 triliun ke pemerintah untuk menutup target defisit anggaran 2026, yang kemudian dibantah oleh pimpinan Danantara. Spesialis ASEAN dari Aletheia Capital, Angus Mackintosh, memberikan penilaiannya kepada Reuters mengenai penunjukan Suahasil.
“Ini terlihat seperti langkah lain menuju terciptanya stabilitas yang lebih besar mengingat Nazara bertugas di bawah Sri Mulyani dan memiliki latar belakang teknokrat yang lebih kuat,” kata Angus Mackintosh.
AFP: Kontinuitas Kebijakan dan Target Pertumbuhan 8%
Kantor berita Agence France-Presse (AFP) menyoroti penunjukan Suahasil sebagai sinyal positif bagi kesinambungan kebijakan ekonomi Indonesia di mata pasar keuangan.
AFP menggarisbawahi rekam jejak Suahasil sebagai birokrat veteran yang telah mendampingi dua menteri keuangan sebelumnya. AFP menilai Suahasil hadapi tugas berat untuk menyelaraskan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo dengan kewajiban undang-undang untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen PDB.
Ekonom Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz, memberikan tanggapannya kepada AFP terkait respons pasar terhadap reshuffle ini. “Jika ada pesan yang dapat dibaca oleh pasar dari penunjukan Suahasil, saya kira itu adalah kontinuitas dan kredibilitas institusional,” kata Irman Faiz.
The Straits Times: Reshuffle Kelima Prabowo dan Isu Selat Malaka Media Singapura
The Straits Times, menyoroti bahwa pergantian Menteri Keuangan ini merupakan reshuffle kabinet kelima yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sejak resmi dilantik pada Oktober 2024. Pelantikan ini berlangsung beberapa jam setelah Presiden Prabowo tiba di Jakarta usai menghadiri KTT BRICS di New Delhi, India. The Straits Times mengulas perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa yang dilantik pada September 2025 dengan janji mengakselerasi pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi tetap bertahan di kisaran 5,3 persen pada kuartal II 2026.
Selain itu, The Straits Times mencatat salah satu pernyataan kontroversial Purbaya pada April 2026, di mana ia mengusulkan agar negara-negara di sekitar Selat Malaka mengenakan tarif bagi kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut.
Pernyataan tersebut memicu perhatian regional hingga pemerintah Indonesia harus memberikan klarifikasi resmi bahwa Indonesia tidak berencana memberlakukan tarif tersebut dan tetap mematuhi hukum maritim internasional.
(Rls/Red)
