Faktara.my.id | Jakarta – Kawasan pantai di Gunungkidul, DI Yogyakarta, tengah dilanda kemunculan ubur-ubur beracun yang mulai mengganggu aktivitas wisata. Kondisi ini membuat wisatawan diminta lebih waspada saat berlibur di sejumlah pantai di wilayah tersebut.
Kemunculan ubur-ubur beracun atau impes di Pantai Selatan Gunungkidul mulai menimbulkan korban. Sedikitnya lima wisatawan tersengat saat beraktivitas di perairan Pantai Sepanjang.
Marjono, Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, menyebut pertengahan bulan ini merupakan periode kemunculan ubur-ubur impes. Meski demikian, ia memastikan jumlah kemunculannya masih rendah.
Dilansir detiktravel, “Memang sudah musimnya impes keluar, biasanya pertengahan bulan Juni sampai Agustus. Kalau puncaknya antara Juli sampai Agustus,” ujar dia, Rabu (17/6/2026)
Kemunculan ubur-ubur impes tercatat terjadi di Pantai Sepanjang pada Minggu (14/6). Akibat kejadian tersebut, lima wisatawan mengalami sengatan saat beraktivitas di kawasan perairan.
“Kami minta kepada wisatawan agar selalu hati-hati. Jangan memegang atau menjadikan mainan biota laut biru menggelembung di pinggir pantai,” ujar Marjono mengimbau.
Ubur-ubur impes menimbulkan efek berupa gatal dan sensasi panas pada area tubuh yang tersengat. Pada kondisi berat, sengatannya dapat memicu sesak napas bahkan pingsan.
“Kalau ada yang terkena sengatan ubur-ubur busa segera ke pos SAR untuk mendapatkan pertolongan,” tambah dia.
Jika wisatawan mengalami kendala untuk mendapatkan pertolongan, mereka dapat melakukan penanganan darurat dengan menggunakan air tawar. Wisatawan disarankan membasuh bagian tubuh yang tersengat ubur-ubur dengan air tawar, kemudian melepaskan tentakel yang masih menempel pada kulit.
(Rls/Red)
