Faktara.my.id | Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengevakuasi sebanyak 14 pohon tumbang dan sempal akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Jakarta pada Minggu 12/4/2026 sore.
“Hujan deras disertai angin kencang kemarin mengakibatkan sebanyak 14 pohon tumbang dan sempal di di Jakarta Timur. Penanganan dilakukan secara intensif oleh petugas hingga dini hari tadi,” kata Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Timur Made Widhi Adnyana Surya Pratita di Jakarta, Senin.
Made menjelaskan, cuaca ekstrem menjadi pemicu utama insiden tersebut. Angin kencang membuat sejumlah pohon, terutama yang sudah tua dan berakar rapuh tidak mampu bertahan hingga akhirnya tumbang.
“Beberapa di antaranya bahkan menimpa bangunan dan kendaraan warga,” ujar Made
Menurutnya, dari hasil pendataan sementara, pohon tumbang tersebar di sembilan lokasi dengan berbagai jenis dan ukuran.
Made merinci, pohon beringin berdiameter 25 sentimeter (cm) tumbang di Jalan H. Bokir Bin Jiun, Dukuh; pohon sengon berdiameter 25 cm tumbang di Jalan Tanah Merdeka 7, Rambutan, yang menimpa kabel udara; dan pohon kersen berdiameter 35 cm tumbang di Jalan Laksamana Malahayati, Cipinang Melayu.
Selain itu, empat pohon tabebuya dan satu pohon bidara dengan diameter 25-30 cm tumbang di Jalan Mabes TNI, Cilangkap.
Kemudian, di Jalan Raya Cilangkap – Cipayung pohon beringin berdiameter sekitar 100 cm roboh dan menimpa tiga ruko sekaligus.
“Ada juga pohon akasia di Jalan Mabes Hankam, dekat Mapolsek Cipayung, tumbang dan menimpa minibus yang sedang melintas,” ucap Made.
Untuk kategori sempal, kata dia, tercatat pohon petai cina di bawah Flyover Baru, Pulogebang, pohon jati dan kersen di Jalan Gelanggang Remaja, Makasar, dan pohon kelengkeng di Jalan Pinang Ranti 1.
Lalu, pohon beringin sempal di Kompleks pegawai TMII, Pondok Bambu yang menimpa enam unit sepeda motor.
Meski menimbulkan kerusakan pada properti, Made memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Untuk pendataan kerugian material masih terus dilakukan. Untuk mempercepat penanganan, kata Made, pihaknya mengerahkan sebanyak 50 personel Pasukan Hijau untuk mempercepat proses evakuasi.[]
(Rls/M.Rafiq)
