Faktara.my.id | Jakarta – Ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat kembali mencuat menjelang Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Iran melayangkan protes keras setelah sejumlah pejabat penting tim nasional dilaporkan belum memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat, meski turnamen akan segera bergulir dalam hitungan hari.
Meski Piala Dunia 2026 akan bergulir pekan depan, Iran sudah bersiap menjalani laga perdana Grup G melawan Selandia Baru di Inglewood, California, pada 16 Juni mendatang. Namun, polemik visa yang menimpa sejumlah pejabat tim nasional masih membayangi persiapan mereka menuju turnamen tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat telah menerbitkan visa bagi para pemain Iran untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Namun, sejumlah staf pendukung dan pejabat federasi masih menunggu izin masuk, kondisi yang memicu protes dari Teheran. Federasi Sepak Bola Iran bahkan menuding pemerintah AS mengambil langkah yang bermotif politik terkait proses penerbitan visa tersebut.
“Pemerintah Amerika Serikat, dengan melanjutkan tindakan permusuhannya terhadap tim nasional, mengambil keputusan yang tidak sportif dan sepenuhnya politis dengan menolak visa bagi sejumlah anggota manajemen dan administrasi penting tim nasional Iran,” demikian isi pernyataan tersebut.
Iran mendesak FIFA untuk turun tangan menyelesaikan persoalan visa yang menimpa sejumlah pejabat tim nasional. Federasi menilai FIFA memiliki tanggung jawab memastikan seluruh elemen tim, mulai dari staf teknis hingga manajemen, dapat menjalankan tugasnya selama turnamen. Hingga kini, Direktur Eksekutif Mehdi Kharati, Sekretaris Jenderal Hedayat Mombini, dan Direktur Media Mohsen Motamedkia disebut masih menghadapi kendala izin masuk ke Amerika Serikat.
FIFA Angkat Tangan
FIFA mengonfirmasi telah menerima surat dari AIPS terkait polemik visa yang dialami sejumlah pejabat timnas Iran. Meski demikian, badan sepak bola dunia itu menegaskan bahwa proses penerbitan visa sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Polemik visa yang dialami timnas Iran menambah daftar kontroversi menjelang Piala Dunia 2026. Di tengah persiapan turnamen yang akan diikuti 48 negara, isu politik dan kebijakan imigrasi kembali mencuat dan berpotensi mengganggu kelancaran penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
(Rls/Red)
