Faktara.my.id | Jakarta – Di tengah memanasnya eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran di Timur Tengah, Pramono Anung (Gubernur DKI Jakarta) mengeluarkan peringatan penting bagi warga Ibu Kota.
Saat berbicara di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (7/3/2026), Pramono meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi ketidakpastian global yang kian nyata.
Pramono menyoroti bagaimana rentetan konflik, mulai dari Ukraina-Rusia hingga bara api di Timur Tengah yakni Perang AS-Iran, dapat memberikan efek domino yang dirasakan langsung oleh dapur rumah tangga warga Jakarta.
Kehati-hatian di Tengah Ketegangan Senjata Dunia
Menurut Pramono, situasi internasional saat ini menuntut sikap mawas diri dari semua pihak. Ketegangan bersenjata di berbagai belahan dunia bukan sekadar berita luar negeri, melainkan ancaman terhadap stabilitas ekonomi lokal.
“Dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana—Ukraina, Rusia, sekarang di Timur Tengah Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran—menurut saya kita harus penuh kehati-hatian,” tegas Pramono dengan serius.
Menjaga “Piring Nasi” Warga Saat Ramadhan dan Idul Fitri
Meski dunia sedang bergejolak, Pramono berusaha menenangkan warga terkait isu yang paling sensitif bagi masyarakat: ketersediaan bahan pangan.
Saat bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri, ia menjamin bahwa Pemprov DKI Jakarta telah bergerak lebih cepat dari biasanya untuk membentengi stok pangan.
Ketakutan akan lonjakan harga beras, daging, hingga cabai yang biasanya menghantui warga jelang hari raya, coba diredam dengan langkah antisipasi strategis.
“Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan utama seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan sebagainya,” ucapnya.
Pramono memastikan bahwa saat ini persediaan pangan di Jakarta dalam kondisi sangat aman, bahkan melebihi kebutuhan normal.
Langkah ini diambil agar warga Jakarta tetap bisa beribadah dengan tenang tanpa harus tercekik oleh harga kebutuhan pokok yang liar akibat sentimen global.
Pesan Gubernur ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik megahnya gedung pencakar langit Jakarta, ketahanan pangan adalah fondasi utama yang harus dijaga.
Diakhir pembicaraan, Ia juga berharap stabilitas harga tetap terkendali sehingga tidak terjadi lonjakan signifikan yang memberatkan ekonomi rakyat kecil.[]
(Rls/Muhammad Rafiq)
