Faktara.my.id | Jakarta – Virgil van Dijk angkat suara terkait aturan baru FIFA di Piala Dunia 2026. Kapten Timnas Belanda itu mempertanyakan efektivitas jeda hidrasi wajib karena dinilai dapat memutus momentum pertandingan dan mengurangi intensitas permainan.
Virgil van Dijk mengkritik kebijakan jeda hidrasi wajib di Piala Dunia 2026. Bek Liverpool itu menilai aturan tersebut sering kali menghambat tempo permainan dan mengganggu momentum yang sudah dibangun para pemain di atas lapangan.
Van Dijk mengungkapkan pandangannya setelah Belanda ditahan imbang Jepang 2-2 di Grup F Piala Dunia 2026. Ia sempat membawa Tim Oranje unggul lewat sundulan hasil assist Ryan Gravenberch, tetapi gagal menghalau sepak pojok Jepang yang berujung gol penyeimbang Daichi Kamada di akhir laga.
Kritik Virgil van Dijk menambah panjang daftar tokoh sepak bola yang mempertanyakan kebijakan jeda hidrasi FIFA di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, juga telah menyuarakan keberatannya terhadap aturan tersebut karena dinilai dapat mengganggu ritme pertandingan.
FIFA sendiri mewajibkan penghentian laga setiap 22 menit selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Melalui kebijakan itu, badan sepak bola dunia tersebut ingin memastikan para pemain memiliki kesempatan untuk mengisi cairan tubuh dan menjaga kondisi fisik selama bertanding.
FIFA memberlakukan jeda hidrasi karena sejumlah venue Piala Dunia 2026 berada di wilayah dengan suhu tinggi. Meski memahami alasan tersebut, Van Dijk menilai aturan yang menghentikan laga selama tiga menit itu tidak perlu diterapkan secara seragam pada semua pertandingan.
“Saya pikir jeda hidrasi ini cukup menarik untuk dibahas. Sebelum hari ini saya sudah menonton hampir semua pertandingan,” kata Van Dijk seusai laga.
“Saya merasa setiap kali pertandingan berhenti untuk jeda dan masuk ke iklan, itu bukan sesuatu yang saya sukai,” ucapnya.
Van Dijk mengakui jeda hidrasi masuk akal diterapkan saat cuaca sangat panas. Namun, ia menilai FIFA perlu mengevaluasi setiap pertandingan secara individual dan tidak memberlakukan aturan tersebut secara seragam.
“Saya rasa bagi penonton netral yang menonton di televisi, situasi ini juga tidak terlalu bagus.”
“Kalau cuacanya memang sangat panas, tentu jeda seperti itu bisa diterapkan. Tetapi, menurut saya setiap pertandingan harus dilihat secara terpisah,” ujarnya.
“Saya rasa saya sudah cukup banyak bicara soal ini,” imbuhnya.
(Rls/Red)
