Faktara.my.id | Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mengaku terkejut karena di Jakarta masih ada kegiatan tradisi Andilan Kebo. Ia mengaku teringat masa kecilnya.
Rano menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Andilan Kebo yang diselenggarakan Forum Betawi Rempug (FBR) di Taman Kerempugan Korwil FBR, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2026).
Rano mengaku terkejut sekaligus terharu melihat tradisi Andilan Kebo masih lestari di Jakarta.
“Dengan semangat kebersamaan melalui Andilan Kebo ini, saya jujur agak terkejut. Ternyata di Jakarta masih ada kegiatan seperti ini,” kata dia, seperti dikutip dari keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta.
“Saya jadi ingat masa kecil saya di Kemayoran, ketika masyarakat saling berbagi sesuai kemampuan,” tambahnya.
Kegiatan Andilan Kebo mengajarkan pentingnya menjaga tradisi gotong royong sebagai bagian dari identitas budaya Betawi di tengah dinamika kota metropolitan.
Rano kemudian menuturkan, Andilan Kebo merupakan tradisi berupa warga patungan untuk membeli hewan ternak kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Besaran kontribusi warga dalam Andilan Kebo tersebut tidak ditentukan, melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing warga, sehingga mencerminkan nilai keadilan dan kebersamaan.
Tradisi ini memiliki nilai historis dan filosofi gotong royong yang tetap relevan hingga sekarang.
“Yang patungannya besar mendapat lebih banyak, yang kecil mendapat lebih sedikit. Namun, esensinya adalah kebersamaan sebagai tetangga,” kata Rano.
“Semua berpartisipasi sesuai kemampuan. Inilah cara kita merawat tradisi. Kita juga harus saling memahami keberagaman budaya, terutama dalam momentum hari besar keagamaan yang berdekatan. Ini menjadi komitmen kami agar tradisi ini terus berlangsung setiap tahun,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti kondisi sosial di Jakarta yang masih terdapat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, termasuk konsumsi daging. []
(Rls/Red)
