Faktara.my.id | Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyatakan adanya dorongan percepatan pembangunan flyover di Bulak Kapal menyusul insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, senin (27/4/2026) pukul 21:00 WIB.
Langkah tersebut disebut sebagai upaya strategis untuk memperlancar mobilitas sekaligus meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Tri mengungkapkan, percepatan pembangunan itu merupakan arahan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia bahkan diminta segera menyiapkan surat resmi guna mendorong proses percepatan proyek tersebut.
“Hari ini besok pagi saya diminta untuk membuat surat sehingga ada satu proses percepatan ya di dalam rangka untuk membangun flyover yang ada di Bulak Kapal, walaupun memang sudah diinisiasi oleh Pak Gubernur,” ujar Tri kepada wartawan Faktara di RSUD Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).
Menurut Tri, proyek pembangunan flyover tersebut saat ini telah masuk dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia juga memastikan bahwa proses pembebasan lahan oleh Pemerintah Kota Bekasi telah rampung dengan anggaran mencapai Rp100 miliar.
“Untuk pembebasan lahan sudah selesai. Itu kurang lebih Rp100 miliar,” katanya.
Sementara itu, untuk total kebutuhan pembangunan fisik flyover, diperkirakan mencapai Rp250 miliar. Namun hingga saat ini, kontribusi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru sekitar Rp30 miliar.
“Dan kemudian untuk pembangunannya kan secara total kemungkinan kebutuhannya sekitar Rp250 miliar. Nah dari provinsi baru ada kurang lebih Rp30 miliar,” jelas Tri.
Ia menambahkan, kekurangan anggaran sekitar Rp220 miliar diharapkan dapat dipenuhi melalui dukungan pemerintah pusat, salah satunya melalui skema Bantuan Presiden (Banpres).
“Jadi mudah-mudahan nanti yang Rp220 miliarnya kita, Pak Dasco yang akan berupaya gimana di pusat ada yang namanya Banpres ya, jadi Bantuan Presiden,” ujarnya.
(Rls/Agus Apriansyah)
