Faktara.my.id | Jakarta – Masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak erupsi gunung api perlu mengambil langkah perlindungan diri untuk mengurangi paparan debu vulkanik. Debu yang terbawa angin dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Masyarakat dapat melakukan sejumlah penanganan secara mandiri di rumah selama kondisi masih memungkinkan. Langkah utama yaitu membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan yang sesuai.
Lindungi Pernapasan dan Mata
Masyarakat sebaiknya tetap berada di dalam rumah ketika debu vulkanik masih menyebar. Tutup pintu, jendela, dan celah rumah untuk mengurangi debu yang masuk.
Saat harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus. Masyarakat juga dapat menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah debu masuk ke mata.
Hindari menggosok mata jika terkena debu. Bersihkan mata menggunakan air bersih secara perlahan.
Jika debu masuk ke hidung atau mulut, masyarakat dapat membersihkan wajah dan berkumur menggunakan air bersih.
Bersihkan Rumah dengan Aman
Debu vulkanik yang menumpuk di dalam rumah perlu dibersihkan secara hati-hati. Gunakan masker saat melakukan pembersihan untuk menghindari debu terhirup.
Hindari menyapu debu secara kering karena cara tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan. Basahi permukaan terlebih dahulu atau gunakan metode pembersihan yang tidak menghasilkan banyak debu.
Masyarakat juga perlu membersihkan tempat penyimpanan air dan memastikan air minum tetap terlindung dari paparan debu vulkanik. Cuci bahan makanan sebelum mengolah atau mengonsumsinya.
Perhatikan Kondisi Kesehatan
Paparan debu vulkanik dapat menyebabkan batuk, iritasi tenggorokan, sesak, serta iritasi pada mata dan kulit. Masyarakat perlu segera mengurangi paparan jika mulai mengalami keluhan.
Orang dengan gangguan pernapasan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih. Mereka sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih dipenuhi debu.
Jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, gangguan penglihatan, atau keluhan kesehatan yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai perkembangan erupsi dan sebaran abu vulkanik.
Penanganan mandiri dapat membantu mengurangi risiko paparan debu vulkanik. Namun, masyarakat tetap perlu mengikuti arahan petugas, terutama jika pemerintah menetapkan wilayah tertentu sebagai zona berbahaya atau meminta warga melakukan evakuasi.
(Rls/Fajar Siddiq)
