Faktara.my.id | Jakarta – Ketika pasien membutuhkan transfusi trombosit, keluarga tidak hanya menghadapi rasa cemas. Mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk menemukan pendonor aferesis.
Pesan permintaan donor biasanya segera menyebar melalui grup keluarga, WhatsApp, hingga media sosial. Keluarga menghubungi kerabat dan teman, berharap ada orang yang memenuhi persyaratan dan bersedia datang mendonor.
Bagi keluarga pasien, satu orang pendonor bisa membawa harapan besar.
Keluarga Berpacu dengan Waktu
Keluarga tidak cukup hanya menemukan orang yang mau membantu. Calon pendonor harus memenuhi persyaratan kesehatan dan menjalani pemeriksaan sebelum proses donor.
Kebutuhan menjadi semakin mendesak ketika pasien membutuhkan trombosit. Komponen darah ini memiliki masa simpan yang relatif pendek sehingga layanan darah perlu mengelolanya dengan cepat dan tepat.
Kondisi tersebut membuat keluarga pasien terkadang harus kembali mencari pendonor ketika kebutuhan transfusi muncul.
Donor Aferesis Ambil Komponen Tertentu
Donor aferesis menggunakan mesin khusus untuk mengambil komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma. Mesin kemudian mengembalikan komponen darah lain ke tubuh pendonor.
Metode ini memungkinkan layanan darah mengumpulkan komponen yang dibutuhkan secara lebih terarah.
Namun, kebutuhan pasien yang datang terus berjalan membuat ketersediaan pendonor tetap penting.
Satu Pendonor Berarti bagi Keluarga
Bagi pendonor, keputusan untuk menyisihkan waktu dan menjalani proses donor mungkin terlihat sederhana. Bagi keluarga pasien, bantuan itu bisa memberikan ketenangan di tengah situasi yang penuh kecemasan.
Karena itu, masyarakat perlu mengenal donor aferesis dan memahami persyaratan yang berlaku. Calon pendonor dapat menghubungi unit transfusi darah atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh informasi sebelum melakukan donor.
Ketika keluarga pasien harus berpacu dengan waktu, seorang pendonor bukan hanya memberikan komponen darah. Ia juga memberikan harapan kepada pasien dan keluarganya.
(Rls/Red)
