Faktara.my.id | Makassar – Film Indonesia “Solata (Teman adalah Keluarga yang Kita Pilih)” kembali membawa cerita dari Tanah Air ke panggung internasional. Film garapan sutradara Ichwan Persada itu dijadwalkan tayang dalam Festival Film Anak dan Remaja Yordania di Amman pada Selasa (18/8) waktu setempat.
Film “Solata” mengikuti Festival Film Anak dan Remaja Yordania yang berlangsung di Amman pada 14-20 Agustus 2026.
Sutradara Ichwan Persada mengatakan film tersebut mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Yordania.
“Film Solata ini telah diputar di beberapa negara Eropa Timur dan telah memperoleh penghargaan internasional juga kembali hadir dan mengikuti festival film di Yordania,” ujar Ichwan.
Film tersebut dijadwalkan tayang pada Selasa (18/8) waktu setempat. Festival Film Anak dan Remaja Yordania juga mendapat dukungan dari Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dan memasuki penyelenggaraan kelima tahun ini.
Bawa Kisah Pendidikan dan Persahabatan dari Tana Toraja
“Solata” mengangkat kisah Angkasa, seorang guru relawan asal Jakarta yang mengajar di kawasan pegunungan Ollon, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Angkasa menemukan program kelas jarak jauh di wilayah tersebut tidak berjalan dengan baik. Dalam perjalanan mengajar, ia kemudian bertemu dengan enam murid.
Keenam murid tersebut memiliki nama yang mirip dengan sejumlah presiden Indonesia, yakni Karno, Harto, Wahid, Bambang, Mega, dan Habibie.
Film tersebut mengangkat hubungan Angkasa dengan para murid sekaligus menggambarkan kehidupan dan tantangan pendidikan di wilayah pegunungan.
“Solata” Raih Penghargaan di Bulgaria
Festival di Yordania menjadi pengalaman internasional ketiga bagi “Solata”. Sebelumnya, film tersebut mengikuti dua festival di Bulgaria.
Salah satunya adalah Golden FEMI Film Festival pada Juni 2026. Festival tersebut memberikan penghargaan spesial kepada “Solata” atas kontribusinya dalam bidang budaya dan kemanusiaan.
Pencapaian tersebut memperluas perjalanan film yang dirilis pada November 2025 itu ke berbagai negara.
Ichwan Persada Sempat Kecewa dengan Box Office
Meski mendapat perhatian di festival internasional, Ichwan mengaku sempat berkecil hati dengan perolehan box office “Solata” di Indonesia.
Namun, perjalanan film tersebut di berbagai festival internasional membuat Ichwan melihat pencapaian lain yang tidak terduga.
“Tapi, ternyata Tuhan kasih anugerah yang lain. Film sederhana kami bisa bertualang ke negeri-negeri yang jauh dan tak terbayangkan, melintasi batas budaya dan bahasa yang berbeda,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa film dengan cerita sederhana tetap memiliki kesempatan menjangkau penonton dari berbagai negara.
Tim Produksi Siapkan Tur Eropa
Perjalanan “Solata” belum berhenti di Yordania. Tim produksi kini menyiapkan tur film bagian kedua ke sejumlah negara di Eropa.
Rencana tersebut menjadi langkah berikutnya bagi “Solata” untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkenalkan cerita Indonesia kepada penonton internasional.
Keikutsertaan “Solata” di Festival Film Anak dan Remaja Yordania menambah panjang perjalanan internasional film Indonesia tersebut. Setelah meraih penghargaan di Bulgaria, tim produksi kini menyiapkan tur Eropa untuk membawa kisah persahabatan, pendidikan, dan kemanusiaan dari Tana Toraja ke lebih banyak penonton dunia.
(Rls/Red)
