Faktara.my.id | Jakarta – Guru Besar Gizi IPB, Hardinsyah, menyoroti pengawasan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyarankan guru mencium makanan terlebih dahulu sebelum siswa menyantapnya untuk mendeteksi aroma yang tidak layak.
Hardinsyah Minta Guru Periksa Makanan
Dalam sebuah diskusi, Hardinsyah mengatakan sekolah seharusnya menyediakan porsi makanan MBG untuk guru. Guru kemudian dapat memeriksa makanan sebelum membagikannya kepada siswa.
“Harusnya di sekolah ketika makan drop itu kan ada porsinya untuk guru. Guru cium dulu lah,” kata Hardinsyah.
Menurutnya, guru perlu segera menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika makanan mengeluarkan aroma yang mencurigakan.
“Jangan dimakan. Telepon SPPG, ‘Pak, ini aromanya sudah enggak ada. Ambil,’” ujarnya.
Soroti Kelalaian di Sekolah
Hardinsyah kemudian menyebut masih terdapat potensi kelalaian dalam pengawasan makanan di sekolah.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana peran guru dalam memastikan keamanan makanan MBG sebelum dikonsumsi siswa.
Pengawasan Tak Hanya di Sekolah
Keamanan makanan MBG tidak hanya bergantung pada pemeriksaan di sekolah. Sistem pengawasan juga mencakup pemilihan bahan, proses pengolahan di SPPG, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi makanan.
Sejumlah kasus dugaan keracunan MBG di berbagai daerah sebelumnya juga membuat aspek keamanan pangan menjadi perhatian publik.
Sistem Pengawasan Perlu Diperkuat
Guru memang berada di lokasi saat makanan tiba dan dibagikan. Namun, tanggung jawab keamanan pangan membutuhkan pengawasan berlapis dari SPPG hingga sekolah.
Penguatan sistem tersebut menjadi penting agar makanan MBG yang diterima siswa memenuhi standar keamanan sebelum dikonsumsi.
(Rls/Red)
