Faktara.my.id | Jakarta – Tokoh agama Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali menyampaikan kritik terhadap penegakan hukum di Indonesia. Ia menyoroti apa yang dinilainya sebagai ketidakadilan dan diskriminasi dalam penanganan perkara hukum.
HRS menilai aparat penegak hukum belum memberikan perlakuan yang sama kepada setiap pihak. Ia menyoroti penanganan terhadap tokoh agama dan ulama yang menurutnya berlangsung cepat, sementara aparat dinilai kurang tegas menghadapi oknum preman.
Minta Hukum Tegak Tanpa Pandang Bulu
HRS meminta aparat kepolisian dan penegak hukum menjalankan tugas secara adil tanpa membedakan latar belakang pihak yang berhadapan dengan hukum.
“Tegakkan keadilan tanpa pandang bulu, siapa pun dia!”
Ia juga mengingatkan aparat agar tidak menjadikan hukum sebagai instrumen yang “tajam ke bawah, namun tumpul ke atas”.
Menurut HRS, aparat perlu menindak pihak yang melakukan provokasi dan kekerasan terhadap tokoh agama. Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga ketertiban dan mencegah keresahan di tengah masyarakat.
Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Di sisi lain, HRS meminta umat Islam dan masyarakat luas tidak mudah terpancing emosi. Ia mengajak masyarakat tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap provokasi dan upaya adu domba.
HRS berharap masyarakat dapat menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi atau tindakan yang berpotensi memicu konflik.
Kritik tersebut kembali menempatkan isu keadilan dan kesetaraan dalam penegakan hukum sebagai perhatian, khususnya terkait perlindungan terhadap tokoh agama dan masyarakat.
(Rls/M.Lukman)
