Faktara.my.id | Jakarta – Harga bahan bakar minyak di stasiun pengisian bahan bakar umum Singapura melonjak melampaui rekor sejak 2022 akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Harga Research Octane Number 95 di SPBU Caltex naik menjadi sekitar Rp 58 ribu per liter, melampaui rekor sebelumnya. Sejumlah operator lain seperti Shell, Esso, Sinopec, hingga Singapore Petroleum Company juga mencatat harga tinggi, bahkan kenaikan bisa terjadi lebih dari sekali dalam sehari.
Kenaikan ini berdampak langsung pada pengemudi, terutama taksi. Seorang sopir taksi mengaku penghasilannya tertekan karena biaya bahan bakar dan sewa kendaraan yang tinggi.
“Akan sangat membantu jika ada bantuan untuk mengurangi biaya sewa taksi karena bensin adalah salah satu pengeluaran harian terbesar kami. Setelah dikurangi biaya bensin dan sewa harian, penghasilan menjadi cukup sulit. Beberapa hari kami hanya berusaha untuk menutupi biaya sewa dan bahan bakar,” ucapnya.
Sejumlah operator seperti ComfortDelGro dan Strides Premier menawarkan bahan bakar dengan harga lebih rendah serta memberikan bantuan kredit bahan bakar untuk meringankan beban pengemudi.
“Langkah-langkah ini bertujuan untuk meringankan biaya operasional dan mendukung mata pencaharian mitra pengemudi kami. Kami akan terus memantau pergerakan harga bahan bakar minyak dengan cermat dan menilai apakah langkah-langkah tambahan dapat diperkenalkan,” ujar Khoo Gui Ju. []
(Rls/Agus Apriansyah)
