Faktar.my.id | Binjai – Pihak kepolisian Polres Binjai memberikan klarifikasi terkait hasil tes narkoba terhadap wanita pengemudi mobil yang menabrak sejumlah lapak pedagang di kawasan Pasar Kaget, Kota Binjai. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, dipastikan bahwa pengemudi tersebut negatif narkoba.
Insiden bermula pada Minggu malam (15/3/2026) ketika sebuah mobil Honda Brio yang dikemudikan oleh Wike Rahayu menabrak lima lapak pedagang di pusat jajanan malam tersebut. Akibat kejadian ini, lima orang mengalami luka-luka, di mana tiga di antaranya telah dipulangkan dan dua lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, sejumlah lapak juga mengalami kerusakan akibat benturan.
Usai kejadian, petugas kepolisian sempat mencurigai adanya kondisi tidak normal pada pengemudi, sehingga dilakukan tes urine awal menggunakan alat sederhana dengan tiga parameter oleh personel Satlantas pada Senin (16/3) dini hari pukul 03.15 WIB. Hasil tes saat itu menunjukkan dua parameter negatif, namun satu parameter (amfetamin) masih terlihat samar sehingga belum dapat disimpulkan secara pasti.
Karena hasil awal belum meyakinkan, pada Senin sore pukul 17.30 WIB, pihak kepolisian kembali melakukan tes urine kepada pengemudi. Pemeriksaan ulang ini dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten dari Dokkes Polres Binjai dan disaksikan oleh sejumlah awak media serta perwira di Polres Binjai, termasuk personel narkoba, Kasi Humas, Kasi Was, dan Kasi Propam.
“Hasilnya negatif (narkoba),” kata Kasat Lantas Polres Binjai AKP Indra Jansen Girsang, Selasa (17/3/2026).
Sebelumnya, informasi bahwa pengemudi sempat dinyatakan positif narkoba telah menyebar luas di ruang publik dan media sosial. Namun, Kasi Humas Polres Binjai AKP Junaidi menyatakan bahwa keterangan sebelumnya merupakan kekeliruan karena dirinya belum melihat langsung hasil rapid test urine saat menyampaikan informasi kepada wartawan.
Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Ismail Pane, juga menegaskan bahwa pihaknya berfaktakan pada hasil pemeriksaan yang terbaru. “Dari acuan-acuan yang peristiwa orang itukan, yang bisa menyatakan positif-negatif itu ahli yang namanya Dokkes,” ujarnya.
Terkait kasus ini, Indra mengatakan bahwa pihaknya mencoba memediasi kedua belah pihak dan berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Karena kasus narkobanya negatif, penanganan sepenuhnya diserahkan kepada Satlantas.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan telah dilakukan sesuai prosedur dan secara terbuka untuk menjelaskan kejadian sebenarnya serta meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.[]
(Rls/M.Rafiq)
