Faktara.my.id | Pandeglang, Banten – Basarnas mempersempit area pencarian KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis di Selat Sunda pada hari kesembilan, Rabu (16/9). Tim membagi wilayah operasi menjadi delapan sektor untuk memperdekat penyisiran hingga kawasan pesisir.
Area Pencarian Dibagi 8 Sektor
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan tim mencakup area pencarian seluas 3.439 nautical mile (NM) persegi.
Tim juga memperkecil jarak antar-lintasan pencarian atau track spacing dari sekitar 3 NM menjadi 1-2 NM agar penyisiran lebih detail.
Tim SAR memusatkan pencarian di wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau berdasarkan pemodelan SARMAP yang memperhitungkan arus, gelombang, dan angin.
570 Personel Kerahkan 22 Kapal
Pada hari kesembilan, operasi melibatkan 570 personel. Sebanyak 307 personel berada di armada laut, sedangkan 263 personel bersiaga di posko darat.
Tim mengerahkan 22 kapal, terdiri atas tiga KN SAR dan dua RIB Basarnas, lima KRI, dua KAL dan satu RBB TNI AL, serta delapan kapal patroli Polairud.
Tim membagi area menjadi sektor A hingga H dengan luas masing-masing 265 hingga 667 NM persegi. Sejumlah armada menyisir wilayah perairan yang semakin mendekati pesisir.
Cuaca dan Aktivitas Anak Krakatau
BMKG memprakirakan perairan Selat Sunda berawan dengan gelombang 0,5-2,5 meter. Angin bertiup 5-20 knot dari arah tenggara menuju selatan.
Sementara itu, PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau masih tertutup kabut dan mencatat gempa vulkanik dangkal serta tremor secara terus-menerus.
Kondisi tersebut membuat tim tetap memperhitungkan cuaca dan aktivitas gunung saat menjalankan penyisiran.
Basarnas terus mempersempit pola pencarian KM Arupadatu I dengan memperhatikan data arus, gelombang, angin, cuaca, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau demi memperluas peluang menemukan kapal dan tetap menjaga keselamatan personel.
(Rls/Red)
