Faktara.my.id | Jakarta – Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan balasan yang signifikan terhadap aset-aset Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut. (04/03/2026).
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media pemerintah, Teheran menegaskan bahwa mereka telah menyebabkan kerusakan substansial pada puluhan pangkalan militer, sementara Washington mulai mengeluarkan data resmi mengenai jumlah korban di pihak mereka.
Berdasarkan laporan dari kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC, Iran mengklaim telah meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan 27 pangkalan militer AS di wilayah Teluk, termasuk di Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Beberapa target spesifik yang dinyatakan berhasil dihantam meliputi:
- Markas Armada Kelima AS di Bahrain: IRGC mengklaim bahwa serangan menggunakan drone dan rudal balistik menyebabkan “kerusakan parah” pada pusat komando dan dukungan di Port Salman.
- Pangkalan Udara Ali Al-Salem (Kuwait): Pihak Iran mengklaim bahwa pangkalan ini mengalami “lumpuh total” akibat serangan udara.
- Target di Israel: Iran juga mengklaim berhasil menghantam sejumlah pangkalan udara strategis di Israel, termasuk Pangkalan Udara Nevatim dan fasilitas intelijen di wilayah Tel Aviv.
Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menyatakan bahwa setidaknya antara 560 hingga 650 personel militer AS tewas atau terluka dalam dua hari pertama konflik.
(Ahmad Nur Aji)
