Faktara.my.id | Jakarta – Jetour memastikan tengah menyiapkan mobil listrik baru untuk pasar Indonesia. Pabrikan asal China itu memilih mengembangkan model baru yang masih berada dalam tahap riset dan pengembangan (R&D), alih-alih memasarkan X50e atau X20e yang sebelumnya sempat dipamerkan di Tanah Air.
Sales & Network Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, mengatakan X50e dan X20e hanya menjadi bagian dari survei perusahaan untuk mengetahui respons konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik.
Hasil survei tersebut menjadi dasar bagi Jetour untuk menyusun strategi baru sebelum menghadirkan produk listrik yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.
Michael memastikan Jetour tetap berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik berbasis Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia. Namun, perusahaan kini memilih mengembangkan model baru yang masih menjalani proses riset dan pengembangan.
“Jetour akan menyediakan battery electric vehicle dengan produk baru yang sedang kami kembangkan agar sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia,” ujar Michael di GIIAS 2026.
X50e dan X20e Belum Masuk Tahap Penjualan
Jetour pertama kali memperkenalkan SUV listrik X50e pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Beberapa bulan kemudian, perusahaan kembali memamerkan X20e di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
Saat itu, Jetour bahkan menyebut Indonesia sebagai negara pertama yang mendapatkan versi setir kanan X20e. Meski demikian, kedua model tersebut masih sebatas kendaraan perkenalan dan belum memasuki tahap penjualan.
Keputusan tersebut menunjukkan Jetour masih mengkaji berbagai aspek, mulai dari spesifikasi produk hingga kesesuaian harga dan kebutuhan konsumen Indonesia.
Fokus Sesuaikan Produk dengan Pasar Nasional
Jetour belum mengungkap nama model listrik yang sedang dikembangkan. Perusahaan juga masih merahasiakan jadwal peluncuran, segmen kendaraan, hingga strategi produksinya.
Selain itu, Jetour belum memastikan apakah mobil listrik tersebut akan diimpor secara utuh (CBU) atau diproduksi melalui perakitan lokal (CKD) di Indonesia.
Langkah ini menunjukkan Jetour ingin menghadirkan kendaraan listrik yang lebih kompetitif di tengah persaingan pasar EV nasional yang semakin ramai.
Persaingan Mobil Listrik Makin Ketat
Pasar kendaraan listrik Indonesia terus berkembang seiring masuknya berbagai merek global dengan beragam model. Kondisi tersebut mendorong Jetour memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Melalui pengembangan model baru yang dirancang khusus untuk karakter pasar Indonesia, Jetour berharap mampu menghadirkan kendaraan listrik yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen sekaligus memperkuat posisinya di industri otomotif nasional.
Jetour menegaskan komitmennya untuk bersaing di pasar mobil listrik Indonesia melalui model BEV terbaru. Perusahaan kini mengembangkan mobil listrik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia agar mampu bersaing di pasar yang terus berkembang.
(Rls/Fajar Siddiq)
