Faktara.my.id | Jakarta – Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper 9, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026) siang. Api menghanguskan 114 rumah di area sekitar 800 meter persegi dan membuat 310 keluarga atau sekitar 880 warga kehilangan tempat tinggal.
Petugas berhasil melokalisasi api pada pukul 16.17 WIB. Namun, proses pendinginan dan penanganan titik api baru berlangsung hingga malam.
Warga menduga korsleting listrik dari sebuah indekos dua lantai menjadi sumber kebakaran. Api kemudian cepat merambat karena banyak rumah menggunakan material semipermanen seperti tripleks.
Warga bernama Deka (40) mengatakan penghuni kamar lantai dua yang diduga menjadi sumber api sedang pergi bekerja.
“Adik saya naik, melihat asap sudah ngebul di kamar yang kosong itu,” kata Deka.
Petugas pemadam juga menemukan medan sulit karena permukiman sangat padat dan gang-gang di sekitar lokasi berukuran sempit.
27 Armada Dikerahkan
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mengerahkan 27 unit armada dan 135 personel untuk memadamkan api.
Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan api sudah membesar dan merambat ketika petugas tiba.
Jarak sumber air dari titik kebakaran juga menyulitkan petugas. Mereka harus membentangkan selang dalam jarak panjang dari ujung gang menuju lokasi.
Polisi turut mengerahkan 100 personel untuk membantu pengamanan dan penanganan di lokasi.
Dua Petugas Damkar Tumbang
Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa dari warga. Namun, dua petugas pemadam mengalami kelelahan dan terpapar asap tebal saat menjalankan tugas.
Perwira Piket Gulkarmat Jakarta Pusat Agung Nugroho mengatakan petugas langsung membawa keduanya ke RSUD Tarakan menggunakan ambulans PMI.
“Untuk korban ada dua orang, dua-duanya merupakan anggota (petugas damkar). Mereka kelelahan dan terkena asap tebal saat memadamkan api,” ujar Agung.
Titik Api Baru Muncul di Gedung Kosong
Saat petugas melakukan pendinginan, angin kencang membawa hawa panas dan abu ke sebuah gedung kosong yang terbengkalai sekitar 300 meter dari lokasi kebakaran.
Material kayu di lantai 13 gedung tersebut kemudian terbakar. Petugas menghadapi kendala karena gedung tidak memiliki akses tangga yang memadai.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan petugas sempat mencoba menggunakan kendaraan Bronto atau skylift. Namun, kendaraan tersebut tidak dapat masuk ke lokasi.
Petugas akhirnya memadamkan api secara manual menggunakan tangga yang tersedia.
Bayu meminta petugas menuntaskan pemadaman malam itu untuk mencegah bara api kembali terbawa angin menuju permukiman.
Pemkot Siapkan Empat Posko Pengungsian
Hingga Senin malam, petugas memutus aliran listrik di kawasan permukiman untuk mendukung proses overhaul dan pembongkaran puing secara aman.
Warga dan petugas menggunakan lampu tembak darurat serta lampu rotator armada pemadam untuk menerangi lokasi.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyiapkan empat titik posko pengungsian, termasuk di Pos RW 01, lapangan terbuka, dan area parkir gedung terdekat.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan pemerintah menyediakan tenda, toilet, air bersih, serta kebutuhan makanan dan minuman bagi para penyintas.
Pemerintah juga mendata kebutuhan kelompok rentan seperti balita dan lansia.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan kondisi darurat dan kebutuhan warga terdampak. Pembahasan mengenai pembangunan hunian sementara serta perbaikan rumah akan dilakukan setelah tahap tanggap darurat.
Sementara itu, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kebakaran. Tim menunggu seluruh titik api padam sebelum melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kebakaran di Kebon Kelapa menghanguskan 114 rumah dan memaksa sekitar 880 warga mengungsi. Pemerintah bersama petugas terus menangani dampak kebakaran, sementara penyelidikan penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan Puslabfor Polri.
(Rls/Red)
