Faktara.my.id | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membekali peserta Forum Pelajar Indonesia dengan literasi digital untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif. Melalui kunjungan ke Kantor Kemkomdigi di Jakarta, Kamis, para pelajar diajak memperkuat kemampuan berpikir kritis, menjaga privasi, serta melawan hoaks dan kejahatan siber.
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemkomdigi, Molly Prabawaty, mengajak generasi muda membangun kebiasaan positif di ruang digital. Ia menekankan pentingnya memverifikasi informasi sebelum membagikannya dan menghindari tindakan perundungan di media sosial.
Menurut Molly, setiap aktivitas di ruang digital merupakan pilihan yang menentukan terciptanya ekosistem digital yang aman.
“Setiap aktivitas di ruang digital adalah pilihan. Pilih untuk memeriksa sebelum membagikan informasi. Pilih untuk membantu, bukan ikut melakukan perundungan,” ujar Molly.
Pelajar Diminta Jaga Privasi dan Berpikir Kritis
Molly mengingatkan pelajar agar menghormati privasi orang lain dengan tidak menyebarkan informasi yang bukan menjadi hak mereka. Ia juga meminta generasi muda membiasakan diri menyaring setiap informasi sebelum membagikannya.
Selain itu, ia menilai derasnya arus informasi, hoaks, penipuan digital, dan manipulasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) menuntut pelajar memiliki kemampuan berpikir kritis sebelum menerima maupun menyebarkan informasi.
Bangun Empati terhadap Korban Kejahatan Siber
Kemkomdigi juga mengajak pelajar membangun kepedulian terhadap teman yang menjadi korban perundungan, penipuan, pemerasan, maupun ancaman di ruang digital.
Molly meminta para pelajar tidak membiarkan korban menghadapi masalah sendirian, melainkan mendorong mereka mencari bantuan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.
Ia menegaskan generasi muda harus memegang tiga prinsip utama dalam memanfaatkan teknologi, yakni kritis, peduli, dan produktif.
“Gunakan teknologi bukan hanya untuk scrolling, tetapi untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan menciptakan manfaat,” kata Molly.
Pelajar Dapat Pengalaman Langsung di Pusat Monitoring Kemkomdigi
Usai sesi edukasi, peserta Forum Pelajar Indonesia mengikuti office tour dan mengunjungi Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kemkomdigi. Mereka melihat langsung proses pemantauan konten negatif, penanganan hoaks, hingga upaya pemberantasan judi online.
Siswa SMA Katolik Giovanni Kupang, Philips Soubirus Hendrikus Ola, mengaku memperoleh jawaban atas pertanyaan yang selama ini muncul di daerahnya mengenai penanganan hoaks dan pemblokiran situs judi online.
Sementara itu, Aurelia Nur Safira dari SMA Negeri 4 Lahat, Sumatera Selatan, menilai materi yang disampaikan sangat interaktif dan memberinya pemahaman baru mengenai sistem kerja pusat monitoring Kemkomdigi.
Kemkomdigi berharap edukasi ini mendorong generasi muda menjadi pengguna internet yang kritis, peduli, dan produktif. Melalui pemahaman literasi digital, pelajar diharapkan mampu melindungi diri dari hoaks, menjaga etika bermedia sosial, serta memanfaatkan teknologi untuk belajar, berinovasi, dan menciptakan manfaat bagi masyarakat.
(Rls/Red)
