Faktara.my.id | Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) menangani 105 anak tidak sekolah (ATS) di Kecamatan Duren Sawit. Pemerintah melakukan verifikasi langsung dan mendampingi anak agar kembali mengikuti pendidikan.
Camat Duren Sawit Kelik Sutanto mengatakan data awal Kementerian Pendidikan mencatat sekitar 3.080 ATS di wilayahnya.
Namun, verifikasi langsung di lapangan menemukan 105 anak yang masuk kategori ATS.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 anak menyatakan siap kembali melanjutkan pendidikan. Sebanyak 11 di antaranya merupakan penyandang disabilitas.
Salurkan Anak ke Sekolah
Pemkot Jaktim menyalurkan anak penyandang disabilitas ke sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta Timur sesuai kebutuhan pendidikan masing-masing.
Sementara itu, Kecamatan Duren Sawit menggandeng PKBM Golden untuk membantu anak non-disabilitas melanjutkan pendidikan. Mereka mengikuti pembelajaran secara daring dan luring di Kantor Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Duren Sawit.
Kelik mengatakan sebagian besar ATS berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pemerintah mempercepat proses pendataan agar anak-anak tersebut masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Ketika sudah masuk Dapodik, mereka bisa kita usulkan untuk mendapatkan fasilitas Kartu Jakarta Pintar,” kata Kelik.
Hadapi Tantangan Anak Disabilitas
Kasatlak Pendidikan Wilayah 1 Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, mengatakan penanganan ATS penyandang disabilitas menghadapi tantangan karena Duren Sawit belum memiliki SLB Negeri.
Pemerintah menggandeng puskesmas untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan setiap anak. Orang tua asuh dari unsur tokoh masyarakat, kecamatan, dan kelurahan juga ikut mendukung proses tersebut.
Para lurah turut membantu memastikan anak-anak kembali memperoleh akses pendidikan.
Dorong Peran Orang Tua
Kelik meminta orang tua aktif mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran. Ia berharap dukungan keluarga dapat membantu anak menyelesaikan pendidikan dan memperoleh ijazah.
Farida juga berharap kolaborasi lintas sektor terus berjalan untuk memastikan anak-anak Duren Sawit mendapatkan kembali hak atas pendidikan.
Pemkot Jakarta Timur terus mempercepat penanganan ATS di Duren Sawit melalui pendataan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah menargetkan anak-anak tersebut kembali mengikuti pendidikan dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
(Rls/Red)
