Faktara.my.id | Jakarta – Potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri tahun ini kembali menjadi sorotan publik. Meski sempat diprediksi berbeda, kemungkinan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merayakan Idul Fitri secara bersamaan pada tahun 2026 ini masih terbuka lebar.
Berdasarkan rekapitulasi hitungan Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama, terdapat data yang menunjukkan bahwa ketinggian hilal di beberapa titik wilayah Indonesia sudah mulai mendekati kriteria minimal untuk pergantian bulan hijriah.
Analisis Ketinggian Hilal di Wilayah Barat
Tim Ahli BHR Kemenag Tuban, Kasdikin, mengungkapkan bahwa saat pelaksanaan rukyatul hilal yang dijadwalkan pada 19 Maret mendatang, ketinggian bulan di sejumlah wilayah diperkirakan sudah mencapai angka 3 derajat.
Posisi hilal yang relatif lebih tinggi diprediksi akan terlihat di wilayah barat Indonesia, seperti Medan, Aceh, Padang, dan Jambi.
“Jika melihat itu tentunya Lebarannya bisa bareng,” ujar Kasdikin.
Munculnya angka 3 derajat ini menjadi angin segar bagi terciptanya keseragaman hari raya, mengingat Muhammadiyah sendiri sebelumnya telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada tanggal 20 Maret.
(Rls/Farid Anwar)
