Faktara.my.id|Jakarta – Mantan Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan peringatan keras agar program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak diintervensi atau diubah secara sembarangan oleh pihak mana pun. Ia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan sejak awal dirancang untuk menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menghadiri acara di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (17/8/2026).
”Saya adalah orang yang merancang BPJS. Namun sekarang, tampaknya program ini mulai diotak-atik. Mengapa demikian? Padahal, tujuan utama saya adalah untuk memberikan manfaat bagi rakyat banyak, khususnya mereka yang kurang mampu, yang seringkali kesulitan mencari dana ketika sakit,” tegas Megawati.
Kilas Balik Lahirnya BPJS
Dalam arahannya, Megawati menceritakan pengalaman personal yang menjadi pemantik lahirnya gagasan jaminan kesehatan nasional tersebut. Ia mengenang momen saat bertemu seorang ibu di rumah sakit yang panik menunggu kepastian biaya pengobatan.
Pengalaman di Rumah Sakit: Ibu tersebut tampak kebingungan mencari biaya pengobatan sembari menunggu suaminya membawa uang.
Tanggung Jawab Negara: Momen tersebut menyadarkan Megawati bahwa negara wajib hadir secara aktif dalam memenuhi kebutuhan mendasar rakyat, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan.
”Dari peristiwa itu, saya menyadari bahwa pemerintah harus berperan aktif dalam memberikan dukungan kepada rakyatnya. Inilah yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah Republik Indonesia,” ujarnya.
Desakan Peningkatan Anggaran ke Kemenkes dan Kemenkeu
Megawati mendesak kementerian serta lembaga terkait untuk menjaga keberlangsungan BPJS. Ia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak hanya mempertahankan program tersebut, tetapi juga meningkatkan alokasi anggarannya.
”Saya tidak mencari pujian. Program ini lahir dari hati nurani saya yang sedih melihat rakyat harus menjual barang-barang berharga mereka demi biaya pengobatan,” tambah Megawati.
Soroti Angka Pengangguran Terpelajar
Selain masalah kesehatan, Megawati menumpahkan kekhawatirannya terhadap tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan berpendidikan tinggi. Ia menyoroti laporan media yang menyebutkan ada sekitar satu juta sarjana atau lulusan terpelajar yang belum mendapatkan pekerjaan.
Saat ini, ia telah menerjunkan tim khusus untuk mendalami dan meneliti data riil mengenai kondisi ketenagakerjaan tersebut di lapangan. Baginya, jaminan kesehatan yang memadai serta ketersediaan lapangan kerja yang layak merupakan dua pilar utama dalam membangun peradaban bangsa yang berlandaskan keadilan sosial dan hukum.
Rls/M Lukman
