Faktara.my.id | Jakarta – NPD kembali meramaikan industri musik dengan merilis lagu terbaru berjudul “Lupain Aku Plis”. Mengusung tema yang dekat dengan kehidupan anak muda, lagu ini mengangkat kisah seseorang yang telah berhasil bangkit dari hubungan masa lalu, sementara mantan kekasihnya justru masih terjebak dalam kenangan.
Sejak bait pembuka, pendengar langsung diajak memasuki cerita tentang dua orang yang telah menempuh jalan berbeda.
“Tak terasa tujuh bulan sudah aku lupakanmu, tak pernah kusangka kau belum lupakan aku.”
Lirik tersebut menggambarkan situasi yang sering terjadi dalam hubungan: ketika satu pihak telah melangkah maju, sementara pihak lainnya masih sulit menerima kenyataan.
Alih-alih menghadirkan nuansa galau yang mendalam, NPD memilih pendekatan yang lebih ringan, santai, dan penuh percaya diri. Hal itu terlihat jelas pada bagian reff yang mudah diingat.
“Lupain aku plis, jangan galau lagi. Lupain aku plis, jangan telepon lagi.”
NPD menggunakan kata “plis”, “move on”, dan “gamon” untuk membuat lirik lagu terasa akrab dengan gaya bahasa generasi muda dan media sosial.
Namun di balik irama yang ringan, lagu ini tetap membawa pesan emosional. Salah satu bagian yang cukup kuat muncul ketika tokoh dalam lagu mengungkapkan penyesalan yang datang terlambat.
“Saat dulu masih bersama, kau tak pernah anggap ku penting. Lantas kini tiada kehadiranku, baru kau hargai sekarang.”
Lagu ini mengingatkan pendengar untuk menghargai seseorang sebelum kehilangannya.
Secara keseluruhan, “Lupain Aku Plis” bukan sekadar lagu tentang putus cinta. Lagu ini lebih menggambarkan fase setelahnya—tentang keberanian untuk benar-benar melangkah, menetapkan batas, dan menolak kembali ke hubungan yang telah selesai.
Lirik sederhana dan reff yang catchy membuat lagu ini mudah dinyanyikan serta berpotensi viral di media sosial.
Bagi pendengar yang pernah berada di posisi sudah berhasil move on sementara mantan masih berusaha kembali, “Lupain Aku Plis” mungkin akan terasa seperti ungkapan yang selama ini sulit diucapkan: hubungan sudah selesai, kini saatnya masing-masing melanjutkan hidup.
(Rls/Fajar Siddiq)
