Faktara.my.id | Banjarmasin – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menerapkan metode baru yang lebih komprehensif untuk mengukur Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) hingga ke tingkat seluruh perpustakaan di daerah guna memetakan kondisi literasi masyarakat secara lebih akurat.
Irhamni menjelaskan Perpusnas merancang metode baru tersebut untuk memotret kondisi riil perpustakaan di daerah melalui penilaian langsung terhadap perpustakaan umum, khusus, hingga sekolah.
“Metode yang baru ini lebih komprehensif, di mana kami melakukan pengukuran hingga level individu perpustakaan yang ada di daerah, baik perpustakaan khusus, perpustakaan umum, maupun perpustakaan sekolah,” ujar dia pada kegiatan Workshop Perhitungan IPLM dan TKM di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu.
Irhamni menjelaskan Perpusnas mengukur IPLM berdasarkan empat dimensi utama, yakni aspek kepatuhan yang mencakup koleksi dan SDM, serta aspek kinerja yang menilai pengelolaan dan layanan perpustakaan sebagai indikator kualitas literasi.
Dia mencontohkan data BPS 2025 yang mencatat nilai IPLM Kalimantan Selatan mencapai 25,16, dengan dimensi kepatuhan sebesar 0,280 dan dimensi kinerja 0,246.
“Hasil pengukuran tersebut nantinya akan dikorelasikan dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) untuk melihat perkembangan budaya literasi masyarakat,” ungkapnya.
Irhamni menyebut hasil pengukuran sementara menunjukkan perpustakaan umum di Kalimantan Selatan yang dikelola pemerintah daerah meraih skor 85 dari skala 100 melalui metode baru tersebut.
Irhamni menyoroti perpustakaan sekolah di Kalimantan Selatan masih membutuhkan pembenahan karena baru meraih skor 23 dari skala 100. Menurutnya, peningkatan kualitas perpustakaan sekolah memerlukan dukungan anggaran dan pembinaan dari dinas pendidikan.
(Rls/Red)
