Faktara.my.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah melontarkan seloroh soal pacaran kepada siswi Sekolah Rakyat berusia 10 tahun, Citra Nur Ramadhani, dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Citra Nur Ramadhani merupakan siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan. Ia diperkenalkan Prabowo saat presiden memaparkan program Sekolah Rakyat dalam sidang kenegaraan tersebut.
Citra memiliki kisah perjuangan dalam mendapatkan pendidikan. Ia disebut hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Kondisi keluarga Citra juga tidak mudah setelah ayahnya meninggal dunia, sementara sang ibu merupakan penyandang disabilitas.
Kesempatan bersekolah melalui program Sekolah Rakyat membuat Citra dapat kembali melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensinya. Ia bahkan meraih prestasi sebagai juara karate tingkat kabupaten.
Saat berinteraksi dengan Citra, Prabowo kemudian melontarkan candaan mengenai kehidupan asmara siswi tersebut.
“Nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian mengaitkan candaan tersebut dengan prestasi Citra dalam olahraga karate.
“Kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu jadi nggak ada yang boleh main-main sama kau,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Sebagian publik menganggap ucapan itu sebagai candaan spontan Prabowo saat berinteraksi dengan seorang anak yang tengah diperkenalkan karena prestasinya.
Namun, sebagian lainnya menilai pembahasan mengenai pacaran terhadap anak berusia 10 tahun kurang tepat, terlebih pernyataan tersebut disampaikan dalam forum kenegaraan yang disaksikan masyarakat luas.
Meski demikian, ucapan Prabowo tersebut bukan merupakan kebijakan maupun aturan pemerintah mengenai pacaran bagi anak. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks percakapan langsung antara Prabowo dan Citra saat sang presiden memperkenalkan prestasi siswi tersebut.
Kisah Citra dan Program Sekolah Rakyat
Terlepas dari kontroversi ucapan tersebut, kisah Citra menjadi salah satu gambaran yang disampaikan pemerintah mengenai tujuan program Sekolah Rakyat.
Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan menyediakan pendidikan berbasis asrama sekaligus mendukung kebutuhan dasar peserta didik.
Keberadaan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tetap memperoleh pendidikan meski menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga.
Kisah Citra juga menunjukkan bahwa kesempatan pendidikan dapat membantu anak mengembangkan potensi di luar bidang akademik. Dalam kasus Citra, bakat tersebut terlihat melalui prestasinya di olahraga karate.
Seloroh Prabowo mengenai pacaran kepada Citra menjadi perhatian publik, tetapi konteks pernyataan tersebut merupakan candaan dalam interaksi saat sidang kenegaraan. Di balik perbincangan itu, kisah perjuangan Citra melanjutkan pendidikan dan prestasinya di bidang karate menjadi bagian penting dari pesan mengenai peran Sekolah Rakyat dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
(Rls/Red)
