Faktara.my.id | Jakarta – Kekhawatiran masyarakat mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akhirnya terjawab. Per hari ini, Selasa (10/03/2026), pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga di seluruh SPBU Indonesia.
Langkah ini diambil menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu jalur pasokan energi global.
Penyebab Utama Kenaikan:
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya telah memberikan sinyal mengenai kondisi stok nasional. Beberapa poin penting yang menjadi pemicu antara lain:
Ketegangan Eskalasi Militer: Konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dengan Iran telah mengganggu stabilitas produksi dan distribusi minyak mentah dunia.
Ketahanan Stok:
Pemerintah mengonfirmasi bahwa stok BBM nasional saat ini berada di level aman untuk sekitar 20 hari ke depan, namun penyesuaian harga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan.
Fluktuasi Minyak Dunia:
Harga minyak mentah global yang melambung tinggi memaksa penyesuaian harga di tingkat domestik agar beban subsidi tidak membengkak secara tidak terkendali.
Kondisi di Lapangan:
Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan adanya peningkatan antrean kendaraan sejak semalam. Masyarakat berbondong-bondong mengisi tangki penuh sebelum harga baru diberlakukan secara efektif. Meski terjadi lonjakan antrean, petugas kepolisian dan pihak terkait tampak berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Imbauan Pemerintah:
Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar kenaikan ini tetap dalam batas kemampuan daya beli masyarakat, namun kondisi global memang sedang memberikan tekanan besar pada sektor energi kita,” ujar perwakilan pemerintah dalam konferensi pers mendadak.
(Muhammad Lukman)
