Faktara.my.id | Jakarta – Sony menegaskan konsumen yang membeli gim secara digital melalui PlayStation Store sebenarnya tidak memiliki gim tersebut. Transaksi digital hanya memberikan lisensi kepada pengguna untuk memainkan gim.
Pernyataan itu Sony sampaikan dalam tanggapan terhadap gugatan class action di Pengadilan California, Amerika Serikat. Gugatan tersebut menilai Sony tidak memberikan informasi yang cukup jelas mengenai status kepemilikan gim digital.
Sony Bantah Menyesatkan Konsumen
Gugatan yang diajukan pada 18 Juni itu menyoroti penggunaan istilah seperti purchase dan buy dalam proses transaksi. Menurut penggugat, istilah tersebut dapat membuat konsumen mengira bahwa mereka membeli dan memiliki gim secara permanen.
Penggugat juga menilai Sony hanya menjelaskan status lisensi melalui disclaimer atau perjanjian terpisah, bukan secara jelas saat konsumen melakukan pembelian.
Sony membantah tuduhan tersebut dalam dokumen yang diajukan pada 21 Agustus. Perusahaan menyatakan konsumen seharusnya memahami perbedaan antara membeli gim fisik dan memperoleh gim secara digital.
Sony juga merujuk pada perjanjian lisensi perangkat lunaknya yang menyebut perangkat lunak “dilisensikan kepada Anda, bukan dijual”.
Gim Digital Berbeda dengan Produk Fisik
Sony menjelaskan konsep kepemilikan gim digital berbeda dari produk fisik. Konsumen dapat membeli salinan digital gim yang sama melalui toko digital tanpa mengalihkan kepemilikan dari satu pengguna ke pengguna lain.
Perusahaan mencontohkan gim Resident Evil Requiem. Jika transaksi digital memberikan kepemilikan penuh atas gim, pembeli berikutnya tidak dapat membeli judul yang sama karena pembeli pertama sudah memilikinya.
Persoalan tersebut kini menunggu keputusan pengadilan. Pengadilan California akan menentukan apakah informasi yang Sony berikan kepada konsumen sudah cukup jelas dan memenuhi ketentuan hukum setempat.
Sony Siapkan Perubahan Distribusi Gim
Sony juga kembali mengingatkan pengguna melalui surat elektronik bahwa gim digital dari PlayStation Store merupakan lisensi penggunaan, bukan produk yang dimiliki secara permanen.
Di sisi lain, Sony berencana mengubah distribusi gim PlayStation. Perusahaan sebelumnya menyatakan akan menghentikan produksi gim fisik untuk PlayStation mulai Januari 2028.
Rencana tersebut mendapat penolakan dari sebagian pengguna yang masih memilih format fisik. Perdebatan mengenai kepemilikan gim digital pun kembali menjadi perhatian seiring perubahan pola distribusi industri gim.
(Rls/Red)
