Faktara.my.id | Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara-negara yang tidak membantu AS dalam menghadapi situasi di Selat Hormuz untuk membayar ganti rugi setelah konflik dengan Iran berakhir.
Trump Soroti Selat Hormuz
Trump menyampaikan tuntutan tersebut melalui platform Truth Social. Ia menilai negara-negara yang tidak membantu AS tetap harus memberikan kompensasi atas kondisi yang terjadi selama konflik.
“Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak membantu kami, seharusnya, dan akan, mengganti rugi kepada Amerika Serikat ketika konflik yang penuh tipu daya ini berakhir,” kata Trump.
Konflik Ganggu Pelayaran Hormuz
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas serangan tersebut dan meningkatkan ketegangan di kawasan.
Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan pada pertengahan Juni. Namun, kedua pihak kembali melancarkan serangan sehingga konflik belum menemukan penyelesaian.
Eskalasi tersebut membuat lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz nyaris terhenti. Padahal, jalur itu menjadi rute utama distribusi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) ke pasar global.
Harga Bahan Bakar Ikut Naik
Gangguan pelayaran di Selat Hormuz turut menekan pasokan energi global. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Pernyataan Trump menambah tekanan di tengah konflik yang belum mereda. Gangguan di Selat Hormuz juga terus menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi dunia.
(Rls/Red)
