Faktara.my.id | Jakarta – Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi seorang pria yang diduga preman mengamuk dan memecahkan mangkuk milik pedagang bakso di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, (13/4/2026).
Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria mengenakan jaket dan celana berwarna biru bertindak agresif di sebuah gerobak bakso di wilayah Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Tanpa ragu, pria tersebut mengambil sejumlah mangkuk dari gerobak, lalu membanting dan memukulnya hingga pecah berantakan di tanah.
Aksi itu sontak menarik perhatian warga sekitar dan memicu kemarahan publik di media sosial.
Tak hanya melakukan perusakan, video tersebut juga memperlihatkan adu mulut antara pelaku dengan pedagang bakso.
Dari percakapan yang terdengar, diduga aksi tersebut dipicu oleh permintaan uang jatah atau pungutan liar.
Pedagang bakso dalam video tampak berusaha menenangkan situasi sambil menjelaskan bahwa dirinya tetap akan membayar, namun pada waktu tertentu.
“Pecahin aja nggak apa-apa, saya bayar tapi tanggal satu,” ucap pedagang tersebut.
Namun pelaku justru semakin terpancing emosi dan menantang sambil kembali melempar mangkuk ke arah gerobak.
Pedagang itu pun menegaskan bahwa dirinya sebelumnya sudah memberikan uang sesuai permintaan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pelaku meminta uang sebesar Rp100 ribu kepada pedagang bakso tersebut.
Menanggapi viralnya kejadian ini, aparat kepolisian langsung bergerak cepat.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, melalui unggahan resminya menyampaikan bahwa tiga orang yang diduga terlibat telah berhasil diamankan.

Ketiganya berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36), dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Tanah Abang, (12/4/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para pelaku tidak hanya melakukan pemerasan terhadap pedagang bakso, tetapi juga menyasar pedagang lain, termasuk penjual bubur.
Dalam aksinya, mereka diduga meminta uang hingga Rp300 ribu dengan disertai ancaman kekerasan jika permintaan tidak dipenuhi.
Kasus ini pun menambah kekhawatiran masyarakat terkait praktik premanisme yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Aparat kepolisian memastikan akan menindak tegas segala bentuk pemerasan dan tindakan yang meresahkan warga.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain serta jaringan pelaku di balik aksi tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pun menyayangkan aksi premanisme yang dilakukan sekelompok orang terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).
Pramono Anung juga memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta untuk mengambil tindakan tegas terhadap aksi premanisme di lapangan.
“Ambil tindakan tegas, tidak ada kompromi lagi pada aksi premanisme di Jakarta,” kata Pramono Anung.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, menyoroti aksi premanisme yang marak terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ia menilai, keberadaan preman di kawasan Tanah Abang bukan hanya meresahkan, tapi juga mencoreng nama baik Jakarta sebagai pusat ekonomi.
“Saya menyayangkan premanisme masih terjadi di Jakarta,” katanya.
Baginya, aksi premanisme mengganggu dan merugikan masyarakat.
Ia berharap Pemprov DKI Jakarta proaktif dan tidak menunggu aksi premanisme di ibu kota viral.
“Masyarakat banyak yang dirugikan oleh premanisme,” ucapnya.
(Rls/Mahmudin Prasetyo)
