Faktara.my.id | Jakarta – Ibu Kota Jakarta baru saja dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) berdasarkan survei Global Residence Index 2026.
Dalam survei tersebut, Jakarta berhasil mengungguli kota-kota besar di kawasan seperti Bangkok (Thailand), Manila (Filipina), Kuala Lumpur (Malaysia), hingga Hanoi (Vietnam).
Sementara posisi pertama masih ditempati oleh Singapura.
Pencapaian ini dipamerkan sebagai capaian tersendiri oleh pimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menilai, prestasi itu bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan buah dari kerukunan, toleransi, dan kedewasaan warga dalam menjaga keharmonisan kota. Murni Hasil Survei Global Residence Index 2026 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan predikat tersebut murni berasal dari penilaian objektif lembaga internasional, bukan hasil lobi pemerintah daerah.
“Untuk menjadi kota teraman bukan DKI Jakarta yang meminta. Tetapi hasil survei dengan kriteria mereka yang membuatkan. Dan itu sudah setiap tahun ada,” ujar Pramono saat ditemui di Kompleks Pemerintahan Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI jakarta
Berdasarkan data Global Residence Index 2026, daftar 10 kota paling aman di Asia Tenggara beserta skor keamanannya adalah: Singapura (0,90), Jakarta (0,72), Bangkok (0,65), Vientiane (0,61), Hanoi (0,60), Kuala Lumpur (0,57), Phuket (0,57), Ho Chi Minh City (0,56), Phnom Penh (0,55), dan Manila (0,41).
Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup indikator seperti tingkat pembunuhan, penculikan, risiko politik, risiko keamanan, kematian akibat konflik, hingga kerentanan terhadap bencana alam. Selain itu, indikator lain juga meliputi tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas, indeks risiko dunia, indeks keamanan Numbeo, serta indeks perdamaian global (GPI). Pramono mengungkapkan, sebelumnya Jakarta kerap berada di peringkat menengah atau bawah di antara kota-kota ASEAN. “Memang selama ini Jakarta selalu biasanya ranking-nya antara 5, 6, 7, sekarang nomor dua, ya kita syukuri,” ucapnya. Ia menilai, kenaikan peringkat ini merupakan apresiasi dunia atas kebersamaan masyarakat dalam menjaga keamanan kota.
“Itu tidak mungkin dicapai tanpa kebersamaan, kerukunan, silaturahmi, persatuan yang kita jaga bersama-sama,” kata dia. Toleransi dan Kedewasaan Warga Jadi Kunci Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan, keberhasilan ini erat kaitannya dengan kuatnya toleransi beragama serta pelestarian budaya.
Menurutnya, lembaga internasional juga mempertimbangkan aspek kebudayaan dan toleransi sebagai bagian dari penilaian di luar indikator teknis keamanan.
“Indikator yang memang kita bisa tangkap yaitu kita mulai bergerak membangun kebudayaan dan masuk ke dalam toleransi beragama sehingga Jakarta menjadi aman, dan itulah yang mempunyai titik nilai dari sebuah lembaga internasional,” kata Rano di Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (12/4/2026).
(Rls/Farid Anwar)
