Faktara.my.id | Batang – Di atas tanah-tanah negara, struktur bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mulai menampakkan wujudnya. Rabu, (01/04/2026).
Namun, di balik progres fisik yang melaju kencang, ada satu kepingan teka-teki yang masih dinanti yakni armada operasional yang akan menjadi urat nadi distribusi.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0736/Batang, Letkol Inf Andhika Baroto Chrishastantyo, mengungkapkan bahwa saat ini fokus utama personil di lapangan adalah memastikan gedung koperasi berdiri kokoh tepat waktu.
Terkait fasilitas pendukung seperti kendaraan hingga interior gerai, daerah kini dalam posisi bersiap menyambut kiriman dari pusat.
“Tugas kami di daerah spesifik pada pembangunan fisik. Untuk pengadaan gerai seperti kendaraan, AC, hingga rak toko, semuanya dikelola secara terpusat. Sampai detik ini, di Batang memang belum ada pengiriman unit kendaraan,” ujar Letkol Andhika saat meninjau progres pembangunan, Selasa 31 Maret 2026.
Secara nasional, proyek ambisius ini didukung oleh pengadaan 105.000 unit kendaraan operasional hasil kerja sama dengan manufaktur asal India, yakni Mahindra dan Tata Motors, dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp24,66 triliun.
Meski ribuan unit telah tiba di Indonesia, distribusinya dilakukan secara bertahap. Untuk saat ini, Jawa Timur masih menjadi prioritas utama penyaluran, sementara wilayah lain seperti Jawa Tengah, khususnya Batang, masih terus memantau sistem.
“Kami terus memantau melalui dashboard digital. Biasanya, jika vendor sudah melakukan pengiriman, akan ada notifikasi yang masuk. Namun untuk wilayah Batang, sejauh ini sistem masih menunjukkan status menunggu,” tambahnya
Ambisi Kabupaten Batang dalam menyukseskan program nasional ini tidak main-main. Dari total target 248 unit koperasi, sebanyak 154 unit sudah mulai dikerjakan. Bahkan, 44 unit di antaranya telah berdiri sempurna 100 persen.
(Rls/Agus Apriansyah)
