Faktara.my.id | Kupang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) turun lebih dari 88 persen dalam tiga tahun terakhir. BNPB menyebut sistem peringatan dini dan respons cepat menjadi faktor penting dalam menekan karhutla.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan Satgas Karhutla bersama berbagai pihak terus memperkuat penanganan di lapangan.
Data BNPB menunjukkan luas area terbakar mencapai 264.165,68 hektare pada 2023.
Angka tersebut turun menjadi 30.844,96 hektare pada 2024 dan kembali menyusut menjadi 11.879,56 hektare pada 2025.
Memasuki puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026, BNPB bersama Satgas Karhutla Sumsel meningkatkan operasi darat dan udara.
Per 30 Agustus 2026, tim mencatat sisa area terbakar mencapai 67,06 hektare. Tim gabungan telah memadamkan 18,36 hektare dan kini melakukan pendinginan pada 48,7 hektare lahan.
Tim memprioritaskan wilayah dengan gambut tebal, terutama Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba).
Ribuan Personel dan Armada Udara Siaga
BNPB menyiagakan 11.567 personel gabungan untuk menangani karhutla di Sumsel.
Pemerintah juga menyalurkan sarana operasional ke tujuh BPBD kabupaten/kota dan mengerahkan sembilan unit armada udara. Armada tersebut menjalankan patroli, water bombing, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
BNPB menilai kondisi karhutla Sumsel secara umum masih terkendali. Namun, asap tetap berpotensi mengganggu kualitas udara.
Palembang Sempat Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
BNPB mengingatkan masyarakat di Kota Palembang untuk mewaspadai paparan asap. Stasiun pemantau kualitas udara pada 30 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB mencatat ISPU/AQI mencapai 247 atau kategori sangat tidak sehat.
Berton mengimbau masyarakat menggunakan masker medis dan tidak melakukan pembakaran lahan untuk mencegah munculnya titik api baru.
BNPB terus memantau karhutla di Sumsel dengan memperkuat operasi darat dan udara. Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran agar penurunan luas karhutla dapat terus berlanjut dan dampak asap terhadap kesehatan warga tidak meluas.
(Rls/Red)
