Faktara.my.id | Jakarta – Dua penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Ethiopia gugur setelah patroli mereka disergap orang bersenjata tak dikenal saat menuju Pajut, Negara Bagian Jonglei, Sudan Selatan.
Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) mengecam keras serangan terhadap patroli tersebut. Serangan terjadi saat rombongan menjalankan patroli rutin untuk memantau situasi keamanan di wilayah Jonglei.
UNMISS menyebut dua penjaga perdamaian tewas dalam serangan itu. Tujuh orang lainnya terluka, termasuk tiga penjaga perdamaian.
Dua anggota Kepolisian Sudan Selatan dan dua staf sipil juga mengalami luka dalam insiden tersebut.
PBB Sebut Serangan Terarah
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras penyergapan tersebut. PBB juga masih mengumpulkan informasi untuk mengungkap kronologi dan pelaku serangan.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan patroli tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin PBB untuk membantu menjaga keamanan di wilayah yang masih bergejolak.
Dujarric menyebut informasi awal menunjukkan serangan itu kemungkinan dilakukan secara terarah.
Konflik Terus Berlangsung
Situasi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil akibat konflik bersenjata yang berlangsung sejak 2023. Pertempuran melibatkan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dan angkatan bersenjata Sudan.
Militer Sudan berhasil merebut kembali Khartoum pada 2025. Setelah itu, kelompok-kelompok pemberontak meningkatkan serangan di wilayah selatan dan barat, terutama Darfur dan Kordofan.
Konflik Picu Korban Sipil
Kelompok-kelompok pemberontak juga mengumumkan pembentukan pemerintahan sendiri di wilayah yang mereka kuasai pada April 2025.
Kedua pihak yang bertikai saling menuduh melakukan pembunuhan terhadap warga sipil. Kondisi tersebut memperpanjang krisis keamanan dan meningkatkan risiko bagi masyarakat maupun petugas kemanusiaan.
PBB terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut. Penyelidikan terhadap penyergapan yang menewaskan dua penjaga perdamaian itu masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku dan motif serangan.
(Rls/Red)
