Faktara.my.id | Jakarta – Hasil imbang 1-1 melawan Maroko menjadi awal yang kurang memuaskan bagi Brasil di Piala Dunia 2026. Di balik hasil tersebut, keputusan Carlo Ancelotti mencadangkan Endrick selama 90 menit penuh memicu tanda tanya besar dan menjadi salah satu sorotan utama usai laga.
Ancelotti membuat publik bertanya-tanya setelah membiarkan Endrick tetap berada di bangku cadangan selama 90 menit. Keputusan itu cukup mengejutkan karena sang striker muda sebelumnya diproyeksikan sebagai salah satu senjata andalan Brasil di Piala Dunia 2026.
Ancelotti meminta publik bersabar terkait situasi Endrick. Ia menegaskan proses perkembangan sang striker tetap berada di jalur yang tepat dan memastikan pemain 19 tahun itu masih menjadi bagian penting dalam rencana Brasil di Piala Dunia 2026.
Ancelotti memastikan Endrick tetap menjadi bagian penting dari rencana Brasil di Piala Dunia 2026. Namun, demi kebutuhan taktik, ia memilih memainkan Igor Thiago dan Matheus Cunha saat menghadapi Maroko, yang dinilai lebih sesuai dengan jalannya pertandingan.
Ancelotti menilai setiap penyerang memiliki peran yang berbeda. Ia menegaskan Endrick bukan tipe pemain yang sama dengan Igor Thiago atau Matheus Cunha, sehingga keputusan pemilihannya bergantung pada kebutuhan taktik tim.
“Saya akan memasukkan Endrick pada waktu yang tepat. Kita harus menunggu sedikit. Dia akan menjadi pemain penting di Piala Dunia ini,” kata Ancelotti.
Endrick Disebut Pilar Masa Depan Selecao
Endrick memang belum membuka rekening golnya di kualifikasi Piala Dunia, tetapi hal itu tidak mengurangi kepercayaan tim pelatih Brasil. Golnya ke gawang Mesir dalam laga uji coba menjadi bukti bahwa ia tetap menyimpan potensi besar untuk menjadi pembeda.
Ancelotti pun menegaskan bahwa Endrick bukan penyerang biasa. Ia melihat sang pemain memiliki kualitas teknis dan karakter permainan yang berbeda dari striker lain yang dimiliki Selecao saat ini.
“Matheus Cunha lebih berperan sebagai pemain penghubung, ia lebih memiliki kualitas gelandang serang daripada penyerang tengah, seperti Igor Thiago. Ia adalah penyerang tengah di dalam kotak penalti, kuat dalam duel, sangat agresif dalam merebut bola,” buka Ancelotti.
“Endrick bukan salah satunya. Endrick adalah sesuatu yang lain. Bagi saya pribadi, Endrick adalah talenta luar biasa. Brasil akan memanfaatkan kualitasnya di Piala Dunia ini dan juga di Piala Dunia berikutnya.”
“Ia sabar, tidak terburu-buru, dan sangat dewasa untuk usianya. Itu adalah aspek yang sangat penting. Keluarganya, yang dekat dengannya, juga sangat sabar. Itu penting bagi seorang anak muda,” ucap pelatih asal Italia.
Sumber: FotMob
(Rls/Red)
