Faktara.my.id | Manado – Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, meluncurkan lava pijar sejauh sekitar 1 kilometer ke arah Kali Sumpihi. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) meminta warga tetap waspada karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Ketua PGA Yudia P Tatipang mengatakan guguran lava pijar berasal dari kawah utara Gunung Karangetang dan mengarah ke selatan-barat daya atau Kali Sumpihi.
Kali Sumpihi membatasi Kampung Kinali dan Kampung Hiung di Kecamatan Siau Barat Utara.
Saat ini, luncuran lava mencapai sekitar 1 kilometer. Jarak tersebut masih berada di bawah batas Kawasan Rawan Bencana yang mencapai 4,5 kilometer.
Meski belum mendekati permukiman, Yudia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.
Aktivitas Vulkanik Masih Terpantau
Berdasarkan pengamatan pada 12 Agustus 2026 hingga pukul 24.00 WITA, petugas masih melihat asap kawah berwarna putih dengan ketinggian 25-50 meter dari puncak.
Petugas juga mengamati sinar api setinggi 10-25 meter di kawah utara. Suara gemuruh lemah hingga agak kuat juga masih terdengar.
Gunung Karangetang turut mengalami sejumlah aktivitas kegempaan. Petugas mencatat dua gempa guguran, 134 gempa embusan, 66 tremor harmonik, empat tremor non-harmonik, serta beberapa gempa vulkanik, hibrid, dan tektonik.
Gunung Karangetang Masih Level II Waspada
Yudia memastikan status Gunung Karangetang masih berada pada Level II atau Waspada.
Ia meminta masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah, melakukan pendakian, maupun beraktivitas di zona prakiraan bahaya.
Petugas menetapkan radius bahaya 1,5 kilometer dari kawah utara dan kawah utama. Area perluasan sektoral juga mencapai 2,5 kilometer ke arah utara-barat dan barat daya dari kawah utara.
Petugas juga mengingatkan warga terhadap potensi guguran lava dan awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Material lava yang menumpuk masih belum stabil dan berpotensi runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
(Rls/Red)
