Faktara.my.id | Lumajang, Jawa Timur – Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan lima kali erupsi pada Senin pagi (4/8). Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mencapai ketinggian hingga 700 meter di atas puncak, sementara petugas mengimbau masyarakat tetap mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan.
Semeru Erupsi Lima Kali dalam Sepekan Pagi
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami lima kali erupsi sejak dini hari hingga pagi. Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat letusan pertama terjadi pukul 00.18 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak yang mengarah ke utara.
Aktivitas vulkanik kembali meningkat pada pukul 00.31 WIB. Kali ini, kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak. Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pukul 01.46 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter yang juga mengarah ke utara.
Memasuki pagi hari, Semeru kembali memuntahkan abu vulkanik pada pukul 05.50 WIB dengan tinggi kolom sekitar 300 meter ke arah barat daya. Erupsi kelima terjadi pukul 07.56 WIB dengan kolom abu mencapai 700 meter ke arah tenggara. Petugas mencatat letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 120 detik.
Status Siaga Masih Berlaku
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menegaskan aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Karena itu, masyarakat harus mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan demi menghindari risiko bencana.
Petugas melarang masyarakat beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Warga juga harus menghindari area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
Selain itu, petugas meminta masyarakat tidak memasuki radius lima kilometer dari kawah karena kawasan tersebut berisiko terkena lontaran material pijar saat erupsi berlangsung.
Petugas meminta warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar di sekitar aliran sungai Gunung Semeru. Petugas juga mengimbau masyarakat terus memantau informasi resmi agar dapat segera merespons peningkatan aktivitas vulkanik.
(Rls/Red)
