Faktara.my.id | Jakarta – Dugaan penggelapan dana oleh Hanania Travel menyebabkan 2.500 calon jemaah umrah gagal berangkat. Ribuan jemaah yang telah membayar biaya perjalanan kini menunggu kejelasan terkait keberangkatan dan pengembalian dana mereka.
Para calon jemaah awalnya tertarik menggunakan Hanania Travel karena perusahaan tersebut mencantumkan label rekor MURI dan Akreditasi B. Namun, pihak travel kemudian membatalkan keberangkatan secara mendadak hanya tiga hari sebelum jadwal keberangkatan.
Akibat pembatalan tersebut, ribuan calon jemaah mengajukan permohonan pengembalian dana. Sementara itu, calon jemaah yang memilih menjadwalkan ulang keberangkatan diminta untuk melunasi sisa pembayaran oleh pihak travel.
Mediasi dengan Kementerian Haji dan Umrah telah dilakukan, namun pemilik travel belum memenuhi janji yang disampaikan kepada para jemaah.
Tergiur MURI
Salah satu calon jemaah, Anny (30), mengaku memilih Hanania Travel karena perusahaan tersebut memiliki akreditasi B dari Kementerian Agama. Selain itu, rekam jejak pemberangkatan jemaah umrah yang dinilai baik serta rekor MURI untuk reuni jemaah terbanyak membuatnya semakin yakin menggunakan jasa travel tersebut.
“Hanania sendiri ini sudah terakreditasi B, jadi seharusnya sudah cukup kredibel sebagai travel umrah. Ditambah lagi dengan riwayat dia memberangkatkan jemaah ini cukup banyak, bahkan sampai dia mendapatkan MURI untuk reuni jemaah terbanyak,” tutur Anny, salah satu korban, dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Uli (33) mengaku memilih Hanania Travel setelah mendengar pengalaman positif dari sejumlah temannya yang pernah menggunakan jasa travel tersebut. Menurutnya, para pelanggan sebelumnya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan sehingga ia percaya untuk menggunakan Hanania Travel.
“Sudah merasakan servis mereka dan memang pada tahun lalu itu semua puas dengan servisnya. Jadi memang tidak tahu apakah ini sesuatu yang mereka kubur dan jadi bom waktu kebetulan kami yang terkena imbasnya,” ucap Uli dalam acara yang sama.
(Rls/Red)
