Faktara.my.id | Jakarta – TNI Angkatan Udara (TNI AU) kini berada di ambang transformasi teknologi mutakhir dengan peluang menjadikan jet latih tempur M-346 Master sebagai ‘pesawat induk’ untuk mengendalikan kawanan drone (loyal wingman). Selasa, (24/03/2026).
Langkah revolusioner ini direncanakan melalui serangkaian uji coba strategis yang akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2026. Fokus utama pengujian ini adalah integrasi sistem komunikasi data link yang memungkinkan pilot M-346 mengarahkan unit pesawat nirawak secara real-time di medan tempur.
Berdasarkan laporan Zona Jakarta, teknologi ini akan mengubah peran tradisional M-346 dari sekadar jet latih lanjut menjadi pusat komando udara taktis.
Dengan kemampuan mengendalikan drone, M-346 dapat mengirimkan unit nirawak ke wilayah berbahaya untuk melakukan pengintaian atau penyerangan tanpa mempertaruhkan keselamatan pilot manusia.
Strategi ini sangat krusial bagi pertahanan Indonesia dalam menghadapi ancaman peperangan asimetris modern yang kian kompleks di kawasan Asia-Pasifik.
Peluang besar ini didukung oleh fleksibilitas avionik M-346 buatan Leonardo, Italia, yang memang dirancang untuk kompatibilitas dengan sistem kecerdasan buatan (AI).
Jika uji coba pada 2026 mendatang berhasil, Indonesia akan menjadi salah satu pelopor di Asia Tenggara yang mengoperasikan konsep Manned-Unmanned Teaming (MUM-T).
Inovasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya pukul TNI AU, tetapi juga efisiensi anggaran pertahanan karena penggunaan drone sebagai perpanjangan tangan jet tempur jauh lebih ekonomis dibandingkan pengadaan pesawat berawak tambahan.
(Rls/M. Safikri)
