Faktara.my.id | Jakarta – Aktivitas penerbangan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kembali normal setelah sempat berhenti selama dua hari akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Panglima Komando Daerah TNI AU (Pangkodau) I Marsekal Muda TNI Erwin Sugiandi mengatakan pihaknya kembali membuka aktivitas penerbangan setelah kondisi dinilai aman.
Dilansir ANTARA, “Kemarin dua hari yang lalu di-close penerbangan di area Jakarta dan Bandung. Namun hari ini alhamdulillah sudah dibuka lagi, status
sudah normal operation,” kata Erwin saat ditemui di komplesk Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa.
Abu vulkanik yang masuk ke mesin dapat mengganggu kinerja pesawat. Karena itu, TNI AU memilih menghentikan penerbangan hingga kondisi kembali aman.
Dengan dibukanya kembali Lanud Halim, pesawat TNI AU dapat menjalankan berbagai misi strategis, termasuk mendistribusikan logistik ke lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejumlah Bandara Kembali Beroperasi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya mengatakan sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik GAK kembali beroperasi mulai Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB.
Bandara yang kembali aktif meliputi Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe, Banten, kemudian kembali beroperasi pada pukul 02.25 WIB.
Sementara itu, Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik.
Otoritas Wajib Periksa Pesawat
Pembukaan kembali bandara tetap mengikuti prosedur keselamatan penerbangan. Otoritas bandara bersama maskapai wajib memeriksa seluruh armada sebelum kembali beroperasi.
Pilot dan kru juga harus memahami restricted polygon, yaitu wilayah udara yang otoritas penerbangan batasi karena masih terdeteksi mengandung abu vulkanik.
Pembukaan kembali sejumlah bandara menandai pulihnya aktivitas penerbangan setelah gangguan abu vulkanik GAK. Otoritas tetap mengutamakan keselamatan dengan melakukan inspeksi pesawat dan membatasi penerbangan di wilayah yang masih terdampak.
(Rls/Red)
