Faktara.my.id | Jakarta – Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan. Teheran meminta Washington menghentikan ancaman, operasi militer, serta mencabut sanksi dan blokade laut terhadap Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Mohammad Bagher Zolghadr mengatakan Iran akan tetap menutup Selat Hormuz sampai Amerika Serikat mengubah sikapnya terhadap Teheran.
“Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS memperbaiki sikapnya dan berhenti mengancam Republik Islam,” kata Zolghadr seperti dikutip Press TV, Ahad.
Zolghadr menegaskan Iran menetapkan sejumlah syarat sebelum membuka jalur pelayaran strategis tersebut.
Teheran Ajukan Sejumlah Syarat
Iran meminta Amerika Serikat menghentikan operasi militer terhadap Iran dan sekutunya. Teheran juga menuntut Washington mencabut sanksi serta blokade laut.
Selain itu, Iran meminta AS menarik pasukannya dari wilayah sekitar Iran dan memberikan kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan.
Tuntutan tersebut menjadi bagian dari sikap Teheran dalam merespons upaya Amerika Serikat membangun kesepakatan baru terkait konflik kedua negara.
Trump Sebut Kesepakatan Damai Sedang Dirintis
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya membatalkan serangan terhadap Iran karena kedua pihak sedang merintis kesepakatan damai.
Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan Selat Hormuz serta pembahasan mengenai program nuklir Iran.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis rute pelayaran kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Rabu (5/8).
Pernyataan Iran menunjukkan pembukaan Selat Hormuz masih bergantung pada pemenuhan sejumlah tuntutan terhadap Amerika Serikat. Kesepakatan antara kedua negara akan menentukan kembali akses pelayaran di salah satu jalur laut strategis dunia tersebut.
(Rls/Red)
