Faktara.my.id | Sydney – Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia (DAFF) mencatat 203 kasus terkonfirmasi atau diduga terinfeksi galur H5N1 hingga Sabtu. Jumlah tersebut melonjak hampir empat kali lipat dibandingkan 52 kasus pada akhir Juli.
Australia Selatan menjadi wilayah dengan kasus H5N1 terbanyak. DAFF mencatat 147 kasus di negara bagian tersebut, termasuk 28 kasus baru yang terkonfirmasi pada Sabtu.
DAFF menyebut seluruh kasus baru tersebut ditemukan pada burung laut liar. Temuan itu menambah kekhawatiran pemerintah terhadap potensi penyebaran virus pada populasi burung di wilayah tersebut.
Victoria Tempati Posisi Kedua
Victoria mencatat 43 kasus H5N1 dan menjadi negara bagian dengan jumlah kasus terbanyak kedua di Australia.
Petugas menemukan 36 burung yang terinfeksi pada Kamis (6/8) dan Jumat (7/8) di wilayah barat Victoria, dekat perbatasan dengan Australia Selatan.
Pemerintah Victoria kemudian memperketat langkah pencegahan untuk mengantisipasi penyebaran virus ke peternakan unggas.
Peternak Wajib Kandangkan Unggas
Pemerintah Victoria mewajibkan peternak unggas di sepanjang pesisir selatan, termasuk wilayah Melbourne, untuk mengandangkan unggas selama 14 hari. Aturan tersebut berlaku bagi peternak yang memelihara sedikitnya 50 ekor unggas.
Menteri Pertanian Victoria Michaela Settle mengatakan pemerintah menerapkan langkah tersebut untuk membatasi potensi penyebaran H5N1.
Lonjakan kasus H5N1 mendorong pemerintah Australia memperkuat pengawasan terhadap burung liar dan unggas ternak. Pemerintah berharap langkah pencegahan dan pengandangan unggas dapat menekan risiko penyebaran virus ke wilayah lain.
(Rls/Red)
